Baznas

Malang sekali, Pria ini Tewas Tersengat Listrik yang Dibuatnya Sendiri

  • Bagikan

Banjarmasin, koranbanjar.net – Bermaksud ingin mengisi waktu luang dengan mencari ikan di kolam belakang rumahnya menggunakan alat setrum penangkap ikan, namun siapa sangka, bagaikan senjata makan tuan, Rusyadi (57) warga Kampung Ujung Benteng Pulau Bromo Kelurahan Mantuil Banjarmasin Selatan ini justru tersengat listrik hingga tewas, Minggu sore (18/3).

Rusyadi tewas karena tersengat listrik dari aliran listrik rumahnya yang dialirkan ke alat setrum yang dibuatnya sendiri untuk menangkap ikan.

Istri Rusyadi, Siti Khadijah menceritakan kepada koranbanjar.net, pada pukul 17.00 Wita Rusyadi yang dalam kesehariannya bekerja sebagai pencari batu bara karungan itu pamit dengan istrinya untuk mencari ikan di kolam miliknya yang berada di belakang rumahnya dengan menggunakan alat setrum yang sudah di persiapkannya sendiri. Namun, setelah berselang 1 jam lebih Rusyadi belum juga pulang ke rumah.

Sang istri yang merasa khawatir, akhirnya mendatangi Rusyadi ke belakang rumah. Setelah tiba di kolam, alangkah terkejutnya Siti Khadijah melihat sang suami terkapar kaku dalam keadaan telentang dengan tangan masih memegang alat penangkap ikan beraliran listrik tinggi. “Saya pun langsung berteriak minta tolong,” cerita sang istri.

Rusyadi pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr Soeharsono (TPT) dengan menggunakan kelotok. Namun malang tak dapat ditolak, akhirnya bapak empat anak ini tewas dengan luka akibat tersengat listrik pada bagian dada dan ibu jari tangan kiri.

Siti Khadijah mengungkapkan, ia sama sekali tidak mengetahui suaminya menggunakan alat setrum untuk mencari ikan. “Sebelumnya apabila ingin mencari ikan, suami saya tidak pernah menggunakan alat setrum,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Sisworo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah ingin melakukan visum revertum dan dilanjutkan dengan memeriksa saksi-saksi. Namun pihak keluarga Rusyadi meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan alasan kejadian terjadi di rumah sendiri.

“Kami mendapat laporan dari Pos Kepolisian Mantuil pada Minggu pukul 23.00 Wita bahwa ada warga Pulau Bromo mengalami kecelakaan akibat  tersetrum alat pencari ikan. Untuk saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi. Namun pihak keluarga korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi karena kejadian di rumah mereka sendiri,” jelas Iptu Sisworo. (leo/dny/kie)

  • Bagikan