oleh

Mahasiswa Banjar Curhat, Begini Jawaban Andin-Guru Oton

BANJAR, koranbanjar.net – Pasangan bakal calon Bupati Banjar dan bakal calon Wakil Bupati Banjar 2020, DR. Andin Sofyanoor, SH.MH dan KH. Muhammad Syarif Busthomi secara khusus telah mengunjungi Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB) di Asrama Mahasiswi Kabupaten Banjar Jl. Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, Sabtu (28/12/2019) sekitar pukul 11.30 wita.

Kedatangan pasangan Andin – Guru Oton disambut oleh sedikitnya sekitar 80 anggota yang tergabung dalam FKMKB. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar telah menyampaikan berbagai persoalan, baik menyangkut kondisi asrama hingga soal kurangnya kepedulian Pemkab Banjar terhadap keberadaan mereka.

“Pak Andin, sekarang ini kami dari mahasiswa tidak pernah mendapatkan kesempatan lagi untuk memperoleh beasiswa. Kalau mahasiswa kabupaten-kabupaten lain masih ada. Sedangkan Kabupaten Banjar terakhir tahun 2016,” ungkap Yasir, mahasiswa asal Keliling Benteng, Martapura Barat.

Andin dan Guru Oton saat berada di asrama mahasiswa Kabupaten Banjar.
Andin dan Guru Oton saat berada di asrama mahasiswa Kabupaten Banjar.

Keluhan lain disampaikan mahasiswa asal Martapura Lutfi. Menurutnya, keterampilan mereka, baik soal berkesenian seperti maulid habsyi maupun mengembangkan ekonomi kreatif juga tak pernah mendapat kepedulian.

Tidak berbeda dengan curhat dari Ketua Asrama Putri Mahasiswi Kabupaten Banjar yang menyebutkan, selama ini biaya listrik, leding maupun biaya operasional asrama telah ditanggung bersama oleh para mahasiswi secara patungan.

Menanggapi hal ini, Andin mengharapkan doa para mahasiswa agar keinginannya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banjar 2020 mendatang bersama Guru Oton dapat terkabul. “Ini bukan janji, tetapi hal ini memang sudah seharusnya direalisasikan. APBD Kabupaten Banjar untuk sektor pendidikan mampu disisihkan untuk beasiswa mahasiswa, dengan catatan harus berprestasi,” ujar Andin seraya menjelaskan secara detil perhitungan angka kemampuan APBD Banjar yang dapat dialokasikan.

Demikian pula mengenai keterampilan berkesenian dan UKM, sesungguhnya hanya soal koordinasi dan komunikasi. Semua itu dapat diakoomodir sepanjangan mahasiswa yang memiliki skill mampu mempresentasikan kepada instansi terkait.

Menyangkut kebutuhan operasional asrama yang selama ini ternyata ditanggung mahasiswa, Andin langsung meminta kepada mahasiswa untuk mencatat, kemudian menyampaikan kebutuhan tersebut secara tertulis. Sehingga dia dapat mempersiapkan langkah-langkah solusi yang akan diberikan. Bersamaan itu, Andin langsung meninjau kondisi fisik bangunan asrama mulai lantai dasar hingga lantai atas.(sir)

 

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: