LSM KAKI Kalsel Geruduk Kejagung, Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Disdik Kota Banjarmasin

Aksi LSM KAKI Kalsel di halaman Gedung Kejagung RI di Jakarta melaporkan adanya dugaan korupsi pada Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Rabu, (22/5/2024) (Foto : KAKI Kalsel/koranbanjar.net)

Puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selatan, Rabu (22/5/2024) menggeruduk Gedung Kejaksaan Agung RI di Jakarta.

BANJARMASIN, koranbanjar netKedatangan KAKI Kalsel yang diperkirakan berjumlah puluhan lebih ini di Kejagung RI dalam rangka melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terkait anggaran pengadaan barang dan jasa.

“Kami menemukan indikasi kuat adanya dugaan penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin,” duga Ketua KAKI Kalsel, Husaini ketika diwawancarai media ini via telepon, Jumat (24/5/2024) di Banjarmasin.

Lanjut Husai panggilan akrabnya, Ini bukan hanya soal manipulasi paket pengadaan barang dan jasa,” tetapi juga ada potensi kerugian negara cukup signifikan,” sebutnya.

Selain itu lebih detail Husai mengungkapkan ada beberapa proyek pengadaan diduga bermasalah, termasuk pengadaan Al-Quran, komputer, dan barang-barang lainnya dengan nilai pagu anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

Paket-paket tersebut ujarnya terkesan dipaksakan padahal kondisi keuangan Pemerintah Kota Banjarmasin sedang kesulitan untuk membayar penyedia jasa konstruksi.

Husaini berharap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak Kejagung RI untuk menegakkan keadilan dan mencegah kerugian negara yang lebih besar.

Pihaknya tidak ingin ada oknum bermain-main dengan anggaran pendidikan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Banjarmasin.

“Korupsi harus diberantas hingga ke akarnya,” tegasnya sembari menyampaikan laporan dugaan korupsi Disdik Kota Banjarmasin tersebut diterima langsung oleh Bambang Penkum dari Kejagung RI.

Dirinya sekali lagi menegaskan komitmen LSM KAKI Kalsel dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik, khususnya dalam sektor pendidikan yang sangat vital bagi pembangunan generasi masa depan.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya sudah sesuai prosedur yakni lewat pembahasan usulan di DPRD dan penentuan lewat E-Katlog.

“Karena semua untuk kemajuan sekolah yang berbasis IT, komputer sangat diperlukan,” sanggahnya singkat lewat chat WhatsApp pribadinya.

(yon/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *