oleh

Limbah Batok Kelapa di Kotabaru Resahkan Warga

KOTABARU, koranbanjar.net – Warga Desa Rampa Lama dan warga yang bermukim di dekat Pasar Kemakmuran, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, diresahkan dengan banyaknya limbah batok kepala yang berserakan di kolong rumah mereka. Keberadaan limbah tersebut bahkan hingga menutup muara sungai setempat.

Menurut Kepala Desa Rampa, Syamsir Alam, batok kelapa yang meresahkan warga berasal dari limbah pedagang setempat. “Sudah beberapa kali nelayan di sini bergotong royong membersihkannya, tapi tetap saja limbah batok kelapa masih ada,”  ujarnya kepada wartawan, siang tadi (30/7/2019).

Sejumlah anak warga setempat sedang bermain di sekitar kolong bangunan Pasar Kemakmuran Kotabaru yang dipenuhi limbah batok kelapa, Selasa (30/7). (foto: siti hadisah/koranbanjar.net)

Kepala Bidang (Kabid) Stabilisasi Harga dan Sarana Pasar Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Sampah Kotabaru, Ary Mardani, saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya sudah berulang kali menghimbau para pedagang setempat agar tidak lagi membuang batok kelapa sembarangan atau.

“Bahkan kami sudah sering mengingatkan para pedagang agar membuang sampah batok kelapa di tempat khusus yang sudah disediakan supaya tidak tercemar,” jelasnya.

Ary berjanji pihaknya akan kembali turun secepatnya melihat kondisi limbah untuk menindaklanjuti permasalahn warga.

Permasalahan limbah batok kelapa di Desa Rampa Lama, tambah Ary, bukanlah persolan baru. Berulang kali sudah ditangani namun limbah baru masih saja terus bertambah. (cah/dny)

Komentar

Berita Terkini