BNN

Lahan Parkir Jadi Rebutan ‘Wong Cilik’ Mengais Rezeki di Barabai, Pedagang; Janji Pemerintah Palsu

  • Bagikan
Lahan parkir di Pasar Keramat Barabai, Kabupaten HST digunakan untuk tempat berjualan. (foto: ramli)
Lahan parkir di Pasar Keramat Barabai, Kabupaten HST digunakan untuk tempat berjualan. (foto: ramli)

Lahan parkir yang sedianya menjadi lahan untuk menaruh sepeda motor kini beralih fungsi menjadi lahan untuk berjualan bagi pedagang ikan di Pasar Keramat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Salah satu penyebabnya, pasar ikan terletak di belakang pasar, kemudian tidak disertai jalan khusus. Sehingga pembeli ogah ke lokasi pasar ikan, akhirnya los pasar ikan sepi dan ditinggalkan pedagang, penggantinya lahan parkir jadi rebutan untuk mengais rezeki bagi sesama ‘wong cilik.’

BARABAI, koranbanjar.net – Sebelumnya, menurut pedagang, pemerintah daerah setempat pernah berjanji akan membuatkan jalan khusus untuk menuju pasar ikan. Namun sampai sekarang, janji pemerintah itu tak kunjung terealisasi.

Pedagang ikan yang menggelar dagangan di lahan parkir, Ijum saat ditemui koranbanjar.net, Senin (20/9/2021) siang,  mengaku pendapatan di luar (lahan parkir) dengan di dalam (los paras ikan) jauh berbeda. Kalau di dalam, pendapatan sehari-sahi sangat minim, sedangkan di luar lumayan.

Disinggung tidak mau pindah ke tempat semula, los pasar ikan, Ijum menjawab, “mau pindah tapi harus semuanya pindah, jangan pandang bulu, kalau mau memindah pedagang,” katanya.

“Selain itu, tolong pemerintah buatkan jalur khusus yang langsung ke tempat los ikan itu. Kalau sekarang, bisa lihat sendiri, lokasinya sudah di belakang, tidak ada jalan yang langsung ke tempat itu. Padahal, dulu pemerintah pernah ada janji akan membuatkan jalur khusus, tapi sampai sekarang tidak ada, janji palsu,” ujarnya dengan berteriak seakan-akan sambil marah.

Pedagang ikan menggelar dagangan di lahan parkir. (foto: ramli)
Pedagang ikan menggelar dagangan di lahan parkir. (foto: ramli)

“Kalau mau menertibkan silakan, tapi jangan di sini saja, yang lain juga harus ditertibkan,” tutup Ijum.

Penelusuran koranbanjar.net, pedagang ikan di Pasar Keramat Barabai terpaksa menggelar lapak dagangan di tempat yang dikhususkan untuk parkir sepeda maupun motor.

Lahan parkir di Pasar Keramat Barabai kini sebagian ditempati pedagang ikan basah, kurang lebih 100 meter tempat parkir itu berubah fungsi.

Di tempat tersebut juga sering terjadi kemacetan, karena para pedagang dan pembeli bertransaksi langsung dari sepeda maupun motor.

Kini pedagang menggelar dagangan di tempat itu, hasilnya los ikan yang ada di Pasar Barabai pun menjadi kosong. Padahal los ikan tersebut sudah disediakan Pemkab HST sejak beberapa tahun lalu.

Di Pasar Keramat Barabai, selain los ikan yang tidak ditempati ada juga deretan toko yang kosong tidak ditempati sejak banjir besar melanda Kota Barabai. (mj-41/sir)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + ten =