oleh

Lahan Dijual Ke Perusahaan, Ada Desa Fiktif Di Kalsel. Bagaimana Dana Desa?

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan Zulkifli membenarkan, di Kalimantan Selatan ada Desa Wonorejo yang kini tak lagi berpenghuni.

“Kalau dikatakan desa fiktif seperti pemberitaan yang lain masih mending lah, tapi kalau desa hantu sepertinya kurang tepat. Nanti semua orang malah salah tafsir, dikira ada hantunya beneran,” ujarnya kepada koranbanjar.net saat ditemui di Kantornya, Jumat (8/11/2019) siang.

Diwartakan sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kantongi data sementara laporan desa fiktif sebanyak 56 desa. Salah satunya, Kalimantan Selatan (Kalsel) bernama Desa Wonorejo Kabupaten Balangan.

“Desa Wonorejo, saya bilang kurang tepat jika dikatakan desa fiktif karena desa itu masih terdaftar di Kemendagri dan masih ada datanya. Dan desa ini resmi ada meskipun dalam dua tahun ke belakang sudah ditinggal pergi penduduknya,” katanya.

Dijelaskannya, alasan mengapa desa tersebut ditinggal pergi penduduknya yakni lahan yang sudah dibeli perusahaan.

“Karena kita sebagai pemerintah, tidak bisa melarang masyarakat untuk tidak menjual lahannya ke perusahaan. Di sana pun sudah tak ada lagi perangkat desanya,” ucap dia.

Sementara itu, untuk menerima atau mengambil uang dana desa harus ada memiliki perangkat desa sesuai syarat prosedur suatu desa.

“Sehingga, sudah bisa dipastikan jika tak ada penghuninya walaupun sekarang masih belum terhapus datanya di Kemendagri atau pusat ya otomatis dana yang seharusnya akan disalurkan seperti dulu, kita kembalikan ke pusat sebab buat apa juga di sini tak ada yang mengelolanya. Intinya, di Kalsel tak ada korupsi,” tuturnya.

Zulkifli membeberkan, sejak dua tahun pihaknya telah melakukan pengajuan penghapusan Desa Wonorejo tersebut.

Tapi disayangkan, akibat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang panjang sehingga sampai saat ini masih terdaftar Kemendagri.

“Pemerintah Kabupaten Balangan telah menyampaikan untuk menghapuskan desa itu sejak dulu, tapi nyatanya masih ada. Saya tidak menyalahkan Kemendagri karena saya sadar Indonesia kaya SOP, dengan banyaknya prosedur di Indonesia menjadikan salah satu penyebab lamanya proses penghapusan desa,” ungkap dia, sembari lemparkan senyum.

Menurutnya, Kementerian Keuangan juga tidak mau mengambil resiko sehingga tetap disalurkan karena acuan Kemendagri.

“Ingat ya, di Kalsel uangnya dikembalikan terus. Ini juga masih kita usahakan kembali mengusulkan agar segera dihapuskan, untuk menghindari isu negatif mengenai desa fiktif di Kalsel yang menerima dana desa,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 1874 desa di Kalsel yang tercatat sebagai penerima dana desa dari pemerintah pusat, dan salah satunya desa Wonorejo.”Jadi sampai sekarang masih 1874 desa yang mendapat dana desa itu, seharusnya, real nya itu 1873 desa,” tandasnya. (ykw/dya)

Komentar

Jangan Lewatkan