Berita UtamaKesehatanKota Banjarbaru

Label dan Iklan SKM Bikin Masyarakat Jadi Salah Persepsi

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Terkait dengan beberapa iklan susu kental manis (SKM) yang mencantumkan pernyataaan bahwa produk tersebut berpengaruh pada energi, kesehatan dan klaim yang tidak sesuai dengan label yang disetujui membuat masyarakat salah persepsi.

Setelah para konsumen di wilayah Banjarbaru yang ditanya tentang kegunaan SKM, kini giliran para penjual yang ditanya oleh koranbanjar.net apakah mereka mengetahui peruntukan SKM yang benar atau juga termasuk “korban” iklan di televisi.

“Kebanyakan yang beli buat dikonsumsi (diminum), karena harga lebih murah ‘kan mas dari susu formula, termasuk keluarga saya, bisa juga di campur ke berbagai olahan (makanan/minuman) juga,” ujar Annisa, penjaga salah satu toko yang ada di Jalan Trikora, Banjarbaru.

BACA JUGA  Produk Widya Esthetic Clinic Berstandar FDA, Glowing Dijamin Aman

Sedangkan Irul, warga Jalan Guntung Manggis yang juga menjual SKM di warungnya mengatakan kalau dari dulu lihat iklan sama gambar di kaleng (label) SKM itu memang identik untuk diminum.

“Gambarnya saja satu keluarga terus ada juga gambar anak kecil minum segelas susu ‘kan mas? Jadi menurut kami masuk minuman yang bergizi,” ungkapnya.

Tapi Irul menerangkan bahwa sudah ada beberapa merek berubah gambarnya. “Sekarang jadi gambar makanan gitu lah, tulisannya juga cuma kental manis,” imbuhnya.

Memang SKM sering dinarasikan dalam iklan maupun label sebagai minuman susu yang bernutrisi dan menambah gizi, namun susu yang kandungan gulanya lebih tinggi dibandingkan proteinnya itu akhirnya diminta Kementerian Kesehatan untuk tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah gizi.

BACA JUGA  Heboh Berita Tentang SKM, ini Pendapat Masyarakat

Benar saja, beberapa waktu lalu surat edaran BPOM RI melarang menampilkan iklan SKM dengan bintang iklan anak-anak berusia di bawah lima tahun dan memvisualisasikan SKM sebagai produk susu kaya protein untuk dikonsumsi sebagai minuman serta melarang untuk ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

“Permasalahannya sendiri ada pada iklan dan label, ada beberapa iklan yang melanggar. Iklan itu memberikan visualisasi susu kental manis yang disamakan dengan susu bernutrisi,” ungkap Penny Lukito, selaku Kepala BPOM RI, pada konferensi pers beberapa waktu lalu di Jakarta.

Wanita yang menjabat Kepala BPOM sejak 20 Juli 2016 ini menambahkan, susu kental manis memang tidak berbahaya, namun tidak boleh diberikan pada bayi dan balita, karena kandungan kadar gulanya yang tinggi. Penyajian susu kental manis yang tepat misalnya digunakan sebagai campuran teh, roti, topping makanan atau minuman lain.

BACA JUGA  PDAM Intan Banjar Akan Memperluas Pelanggan Dan Layanan Serta Jaringan Perpipaan

“Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Label dan iklan pangan kini dalam tahap penyelesaian, dan diharapkan nantinya bisa lebih mengutamakan tujuan dan fungsi yang sesuai,” tutup penny.(mj-018/ana)

Tags
Menampilkan lebih banyak

Radio STAR FM
The Spirit of Banjarbaru. Hanya di 90.5 FM

Info Bisnis Kalimantan
Berita seputar bisnis dan ekonomi di Kalimantan terkini.

TandaPetik.Com - Media Komunitas
Gabung sekarang juga. Tuliskan ide, opini dan pengalamanmu.

IKLAN BARIS ONLINE MURAH
Hub. 081348024288 | 0821159171296
KORANBANJAR.NET

Baca Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close