Baznas

Kota Banjarbaru Dicanangkan Sebagai Kota Layak Anak, ini Imbauan Sekdako..

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah memberikan sambutan saat melakukan pertemuan bersama SKPD membahas tentang persiapan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam upaya mewujudkan Kota Banjarbaru sebagai kota layak anak atau KLA, Rabu (20/03) di Aula Idaman Pemerintah Kota Banjarbaru.

Dalam pertemuan tersebut, Said menjelaskan program yang menunjang kota layak anak meliputi beberapa aspek. Beliau mengambil contoh dalam hal pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dalam hal ini pengelolaan RTH bertujuan untuk menjaga kelestarian

Selain itu, dalam hal standardisasi sekolah, apabila sekolah sudah melaksanakan standar baik, maka dapat dikatakan sekolah tersebut sudah layak anak, contohnya bangunan yang standar, ruang kelas yang standar, peralatan pendukung yang standar maka sekolah tersebut sudah mendukung program pencanangan Kota Banjarbaru sebagai kota layak anak.

“Apabila aspek dalam sekolah sudah memenuhi standar maka dapat dikatakan sekolah tersebut sudah layak untuk anak,” ungkapnya.

Beliau menyambut gembira dengan adanya program kota layak anak, karena dengan adanya predikat kota layak anak di Banjarbaru, maka kota ini dapat dikatakan layak untuk siapa saja.

“Kita mohon kota layak anak ini bukan hanya sekedar predikat, bukan hanya sertifikat, melainkan semua ini dari hati sehingga saat menjalaninya kita dengan niat yang sungguh-sungguh,” tambahnya.

Beliau memberikan imbauan kepada seluruh pegawai terutama pegawai negeri sipil di Kota Banjarbaru untuk menjaga keluarganya masing-masing, karena masalah di kota ini berawal dari masalah keluarga.

“Apabila sudah beres mengurus keluarga masing-masing, maka akan menyelamatkan banyak anak. Jangan sampai pegawai negeri malah ikut berkontribusi dalam melakukan tindakan yang tidak benar yang menyebabkan kerusakan pada anak, karena permasalahan yang terjadi pada keluarga yang tidak beres menyebabkan kehidupan anak menjadi tidak layak,” jelasnya.

Said menjelaskan bahwa kota yang layak anak menunjukan kota yang layak untuk semua orang tidak terkecuali untuk disabilitas. Memang pembangunan kota layak anak ini memerlukan dana, oleh karena itu program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan oleh perusahaan swasta sangat diharapkan guna membantu meringankan beban Pemko.

“Mari semua ikut berpartisipasi, agar pembangunan kota layak anak dibanjarbaru bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan” ajaknya.

Diakhir sambutannya, beliau mengharapkan kerjasama dari berbagai pihak terkait wacana kota Banjarbaru menjadi kota layak anak.

“Kita tentu menginginkan predikat kota layak anak, tetapi kami selaku pemko memang bertanggung jawab untuk menciptakan kenyamanan di kota ini baik dari pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Namun kita juga harus bekerja bersama, karena jika adalah salah satu instansi yang tidak mendukung maka akan mempersulit instansi yang lain,” tutupnya.(mj-01/ana/kie)

  • Bagikan