Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Korban Salah Tangkap Kader HMI Hadirkan 2 Saksi, Polda Janjikan Bertindak Tegas!

  • Bagikan
Korban salah tangkap, kader HMI memenuhi panggilan Polda Kalsel didampingi pengacara. (foto: ist)
Korban salah tangkap, kader HMI memenuhi panggilan Polda Kalsel didampingi pengacara. (foto: ist)

Korban salah tangkap, Muhammad Rafii, mahasiswa sekaligus kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Kalsel, Kamis, (23/9/2021).

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Kehadiran korban salah tangkap ke Mapolda Kalsel langsung didampingi 8 pengacara dari Kantor Advokat Borneo Law Firm Kalimantan Selatan.

Dalam mendampingi kliennya memberikan keterangan atas laporan yang ia masukan sebelumnya ke Propam dan Ditreskrimum Polda Kalsel terhadap dugaan pelanggaran kode etik dan dugaan tindak pidana yang dilakukan oknum Polri, Direktur BLF Muhammad Pazri kepada koranbanjar.net, Kamis (23/9/2021) mengatakan, aparat penegak hukum harus bersikap profesional dan transparan dalam melakukan proses hukum.

“Berharap polisi bersikap profesional dan transparan dalam melakukan proses hukum terhadap kasus ini,” pintanya

Pazri membeberkan, di kantor Ditreskrimum Polda Kalsel, M Rafi menjawab 23 pertanyaan, di antaranya menceritakan kronologis kejadian.

BLF juga menghadirkan 2 saksi dan bukti selongsong peluru yang diduga ditembakkan sebagai pemberi peringatan terhadao klienya saat kejadian waktu itu.

“Jadi dugaan-dugaan itulah hari ini diuji, ada atau tidak ada unsur pidana pengeroyokan dan penganiayaan oleh oknum Polri itu,”  ungkapnya.

Pihaknya juga hingga saat ini masih menunggu informasi perkembangan pemeriksaan Bid Propam Polda Kalsel terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik.

“Harapan kami, ini menjadi terang benderang dan tidak menimbulkan asumsi liar berkaitan kasus ini, sehingga tuntas dalam penyelesaiannya,” harap dia.

Sementara Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rafi’i membenarkan adanya pemanggilan Rafii oleh Ditreskrimum Subdit I dalam hal memberikan keterangan atas laporannya.

“Ini bukti keseriusan kita Polda Kalsel untuk menelusuri apakah benar salah tangkap atau tidak,” akunya.

Kalau benar sambungnya, maka akan diproses hukum. Polda Kalsel memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang melakukan pelanggaran.(yon/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *