oleh

Koordinasi Pengoptimalan Lahan Cempaka SMK-PPN Banjarbaru

BANJARBARU, koranbanjar.net – Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi pengelolaan lahan praktek pada Mei lalu dan hibah lahan dari Pemerintah Kota Banjarbaru yang sudah menemui titik terang, SMK-PPN Banjarbaru bergerak cepat dengan melaksanaan koordinasi terkait optimalisasi lahan praktek yang ada di Kelurahan Sungai Tiung, Cempaka, Banjarbaru.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat SMK-PPN Banjarbaru pada Jum’at (5/7/2019) ini, dihadiri oleh Kepala Tata Usaha (KTU), Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), Ketua Kompetensi Keahlian (Program Studi), Kepala Pengelola Kebun, Pejabat Pembuat Komitmen, Guru Produktif dan Pegawai bagian lahan, serta Driver.

Dalam rapat berjalan selama kurang lebih 1,5 jam ini, berbagai agenda dibahas. Salah satunya persiapan pembuatan rencana dan program dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi lahan Cempaka, serta koordinasi dan sinkronisasi dengan elemen terkait yang ada di SMK-PPN Banjarbaru.

Kepala Tata Usaha SMK-PPN Banjarbaru Irwanto menyampaikan, untuk kedepan, lahan yang ada di Cempaka rencananya akan dijadikan sebagai sentra tanaman perkebunan SMK-PPN Banjarbaru. Hal ini dikarenakan seiring dengan banyaknya tempat wisata yang baru dibuka dan akses jalan raya melewati lahan Cempaka. Sehingga tahun depan akan ramai dan akan ada kemungkinkan beberapa bagian lahan diklaim oleh orang lain.

“Ini sudah menjadi tugas kita , tugas SMK-PPN Banjarbaru untuk mengamankan aset tersebut,” pungkasnya.

Selain itu, Irwanto juga menegaskan bahwa lahan Cempaka akan dijadikan Teaching Factory untuk Prodi Perkebunan, sehingga perlu direncanakan pengelolaannya oleh seluruh staf dan elemen terkait, terutama oleh Prodi Perkebunan.

Dalam kesempatan ini, Agus Suprandiyo selaku Kepala Program Studi Perkebunan menyampaikan beberarapa hal terkait kesiapan prodi perkebunan dalam pengoptimalan lahan Cempaka.

“Saat ini kita sudah mempunyai 2 orang tenaga kerja baru yang membantu membersihkan gulma di lahan Cempaka. Untuk kedepannya, kita akan melibatkan siswa terutama kelas 12, untuk terjun langsung ke lahan Cempaka minimal 1 kali dalam seminggu dengan didampingi oleh tenaga kebun dan beberapa guru yang mengampu prodi perkebunan. Untuk jadwal pekerjaan apa saja yang akan dilakukan akan dibuat dan disesuaikan dengan program/target,” imbuhnya. (tm/maf/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: