Kondisi Terkini Tentang Makam Guru Sekumpul, Sekarang Masih Tutup

  • Bagikan
Sekitar makam Guru Sekumpul, Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani di Sekumpul Martapura, Kalimantan Selatan. (foto: koranbanjar.net)
Sekitar makam Guru Sekumpul, Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani di Sekumpul Martapura, Kalimantan Selatan. (foto: koranbanjar.net)

Masyarakat Kalimantan Selatan khususnya, tentu tidak sabar menanti agar Makam Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul segera dibuka, agar bisa berziarah. Namun sayang, sampai hari ini, Jumat, (11/6/2021), makam ulama kharismatik Kota Martapura, Kalimantan Selatan tersebut masih ditutup.

MARTAPURA, koranbanjar.net – Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari atau sering disebut Guru Sekumpul adalah seorang ulama terkenal yang kharismatik asal Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Guru Sekumpul lahir di Desa Tunggul Irang Martapura, 11 Februari 1942. Dia merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari. Guru Sekumpul wafat di Martapura, 10 Agustus 2005, pada umur 63 tahun.

Sejak COVID-19 merebak, keluarga besar Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani memutuskan menutup makam yang berada di Komplek Ar Raudhah tersebut. Bersamaan dengan adanya renovasi makam. Adapun renovasi yang dilakukan, antara lain lantai, atap, serta area kamar mandi dan ruang ganti.

Pengumuman yang terlatak di sekitar Komplek Makam Guru Sekumpul Martapura, Kalimantan Selatan. (foto: koranbanjar,net)
Pengumuman yang terlatak di sekitar Komplek Makam Guru Sekumpul Martapura, Kalimantan Selatan. (foto: koranbanjar,net)

Tidak hanya makam yang ditutup, sementara ini Musala Ar Raudhah hanya digunakan jamaah Komplek Ar Raudhah, staf dan kalangan tertentu.

Masyarakat setempat pun masih belum mengetahui, kapan Makam Guru Sekumpul dibuka untuk umum. Meski demikian, tetap saja penziarah datang ke sekitar makam, walaupun hanya di luar tembok komplek.

“Biasanya para penziarah datang setelah sholat subuh, pagi, siang dan malam. Ada saja penziarah datang setiap hari, ada yang dari luar kota maupun dalam kota. Tapi mereka hanya di luar, itupun harus tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” kata pedagang sekitar Komplek Ar Raudhah Martapura.

Warga sekitar Makam Guru Sekumpu, Samsul (37) mengatakan, makam Guru Sekumpul ditutup mulai tahun lalu hingga sekarang karena wabah Covid-19. Selain itu, karena adanya renovasi di dalam makam,

Samsul mengaku juga belum tahu, kapan Makam Guru Sekumpul kembali dibuka untuk umum.(mj-40/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *