Kisah Sultan Khairul Saleh Jumpai Dayak Loksado, Naik Motor dan Disambut Gembira

oleh -253 views
Kunjungi - Sultan Banjar, Khairul Saleh mengunjungi warga dayak loksado.
Kunjungi - Sultan Banjar, Khairul Saleh mengunjungi warga dayak loksado.

LOKSADO, KORANBANJAR.NET – Wibawa Sultan Banjar, H Khairul Saleh, untuk mendatangi warga Dayak Loksado di Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, Minggu (7/04/2019) tadi, dengan menaiki sepeda motor, tidak membuatnya canggung atau gengsi.

Justru sebaliknya, kedatangannya dengan melewati jalan berliku dan jembatan gantung, menaruh kekaguman bagi warga dayak setempat. Bahkan Sultan Khairul Saleh beserta rombongan disambut penuh simpatik dan kegembiraan oleh puluhan warga dayak.

Jumpai warga dayak.
Jumpai warga dayak.

Dari pusat kota Kandangan, Sultan Khairul Saleh berangkat bersama rombongan menuju Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado. Di hujung jalan, tepatnya sekitar lokasi objek wisata Loksado, Khairul Saleh tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil, dia harus menaiki sepeda motor sekitar 500 meter. Karena dia harus melewati jembatan gantung yang sudah cukup tua.

Meski demikian, tidak mengurangi semangat Khairul Saleh untuk mendatangi warga dayak Loksado.

“Kedatangan kita ke sini semata-mata ingin menjalin silaturrahmi dengan warga dayak Loksado. Ini sebuah bentuk kepedulian Kesultanan Banjar terhadap warga dayak,” ungkap Sultan Khairul Saleh di hadapan Damang Uyan Kusal yang berusia 88 tahun bersama puluhan warganya di Balai Adat setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Khairul Saleh sempat menceritakan sejarah keberadaan kerajaan atau kesultanan di bumi Indonesia. “Sebelum menjadi NKRI, Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan atau kesultanan-kesultanan. Keragaman budaya dan kerajaan atau kesultanan di Indonesia, membuktikan bahwa kita kaya dengan sejarah dan budaya,” ungkapnya.

Dijelaskannya pula, Kesultanan Banjar memiliki hubungan yang sangat erat dengan warga dayak. Oleh sebab itu, sudah seyogianya dia harus mengunjungi warga dayak Loksado.

Sementara itu, tokoh dayak setempat, Damang Uyan Kusal yang menyambut kedatangan Sultan Khairul Saleh tak bisa menyembunyikan kegembiraanya. Dia menyampaikan banyak hal tentang rakyatnya, baik tentang sejarah, kondisi pendidikan, kesehatan hingga kebiasaan suku dayak setempat yang tetap lestari sampai sekarang.(sir)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan