Kisah Sukses Mantan Pegawai BUMN Menjadi Petani; Awal Memanfaatkan Lahan Kosong, Ternyata Hasilnya Menjanjikan

Jurnalis koranbanjar.net bersama H.Febriyan Alfin Fahreza berfoto bersama di kebun cabe PT Alfatani Berkah Semesta.(koranbanjar.net)
Jurnalis koranbanjar.net bersama H.Febriyan Alfin Fahreza berfoto bersama di kebun cabe PT Alfatani Berkah Semesta.(koranbanjar.net)

Haji Febriyan Alfin Fahreza adalah seorang mantan pegawai BUMN yang pernah bekerja di Perusahaan Umum (Perum) Jamkrindo Kantor Wilayah Jawa Timur lebih memilih bekerja sebagai petani kebun holtikura jenis cabe besar (merah dan hijau), karena hasilnya menjanjikan.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Mantan pegawai BUMN yang beralih menjadi petani ini saat ditemui di kebun cabe miliknya, Minggu (27/3/2022) menceritakan, dia mengelola bisnis perkebunan cabe ini di bawah naungan PT  Alfatani Berkah Semesta.

Alfin demikian dipanggil akrab menuturkan, berawal memanfaatkan lahan kosong, dirinya mencoba menanam cabe ini, di mana sebelumnya menanam buah jenis melon.

“Sudah semenjak tiga tahun ini saya memulai bisnis kebun setelah berhenti dari Jamkrindo, ada lahan kosong saya manfaatkan saya olah menjadi kebun holtikura,” ungkapnya.

Alfin menyampaikan, menanam cabe hasilnya lebih menjanjikan ketimbang hasil menanam melon. Kalau melon hanya satu kali panen, lain dengan cabe, panennya dalam satu tahun bisa empat sampai lima kali.

“Ini tadi saja, akhir Januari menanam, Maret panen, tapi kalau mempersiapkan mulai tahun 2021 kemarin,  dan jumlahnya waktu panen tadi sekitar tujuh pikul sebelas kilo, duitnya sekitar empat belas juta lebih, sedangkan modal 45 juta, artimya sudah seperempat, bayangkan kalau panen berkali-kali, berapa keuntungannya,” bebernya.

Menanam cabe, katanya bagaikan menanam pohon duit,  jika harga cabe naik maka keuntungannya pun meningkat, dan kalau pun harga normal, saat ini harga satu kilo dua puluh ribu, dan masih tetap untung.

Kemudian , keuntungan lainnya, kekuatan pohon cabe merah dan hijau bisa bertahan sampai satu tahun, atau delapan bulan tergantung manajamen perawatan dan pemeliharannya.

“Targetnya kalau bisa seminggu panen,” harapnya.

Dikatakan Alfin, bisnis holtikura juga membantu pemerintah mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat akibat terdampak corona.

“Terima kasih juga buat Pak Walikota Banjarbaru, Aditya atas support dan dukungannya kepada petani milenial seperti kami,” ucapnya sembari menyebut Aditiya sudah beberapa kali ke kebun cabe milik PT Alfatani Bsrkah Senesta.(yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.