oleh

Kisah Dokter Kehilangan 3 Keluarga Akibat Covid-19 (I)

-Feature-50 views

Oleh dr. Muhammad Ali Faisal, MSc, SpM – Dokter spesialis mata, Banjarmasin, 3 Juni 2020


Hari ini hari ke 27 saya di ruang isolasi Covid-19 rumah sakit (RS). Alhamdulillah saya dinyatakan sembuh setelah 2 kali pemeriksaan swab. Saya harus berpisah dengan ponakan saya yang berusia 12 tahun karena hasil swab dia masih positif. Semoga dia bisa pulang ke rumah secepatnya, amin.

Sebagai bentuk penghargaan kami kepada masyarakat, izinkan saya sekadar sharing pengalaman terkait Covid-19. Saya berharap ini bisa membantu memutus rantai penularan Covid-19, dan meningkatkan kewaspadaan Anda dan keluarga.

Ramadan 1441 Hijriah ini kami mendapat ujian sangat berat yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Kami kehilangan 3 orang yang kami cintai dalam waktu 2 minggu. Ketiga orang itu yaitu kakak kami (2 Mei), ibu kami (7 Mei), dan ayah kami (16 Mei 2020).

Rabu, 29 April 2020

Saya ditelepon ibu kalau kakak sedang sakit dan lemah. Saya datang ke rumah kakak dan terkejut melihat kondisi kakak yang lemah, nafas cepat, kesadaran menurun.

Saya segera mengukur suhu badan kakak. Ternyata panasnya 39,5 derajat selsius. Terpikir di benak saya jangan-jangan ini sakit akibat Covid-19.

Saya kemudian menelepon petugas ambulan RS untuk menjemput kakak. Langkah antisipasi yang dilakukan keluarga kami saat petugas menjemput kakak adalah sama sekali tidak melibatkan tetangga maupun keluarga lain.
Saya berterus terang kepada petugas yang akan menjemput bahwa pasien dalam keadaan demam tinggi dan sesak nafas, sehingga mereka datang menggunakan alat pelindung diri (APD) level 3. Demikian juga dengan petugas medis di IGD RS. Alhamdulillah tidak ada tetangga yang terpapar. Petugas medis juga sudah aman saat penjemputan dan pemeriksaan.

Sabtu, 2 Mei 2020, Pukul 17.00 WITA

Saya menerima telepon yang mengabarkan bahwa kakak saya meninggal dalam status perawatan (PDP). (Bersambung…..)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: