Ketua RT Bantah Embat Daging Kurban Dan Jabatannya Dilengserkan

oleh -57 views
Ketua RT Bantah Dirinya Embat Daging Dan Jabatannya Dilengserkan
Foto ilustrasi, (foto: net)

KINTAP, koranbanjar.net – Ketua RT 5 Dusus II Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut Katiman membantah bahwa dirinya mengambil daging kurban warganya. Katiman juga membantah warganya melengserkan jabatannya sebagai ketua RT.

“Saya tidak mengambil daging itu. Hanya saja ada beberapa warga yang tidak mengambil langsung ke rumah saya, karena saya suruh mengambil langsung ke rumah. Ini dagingnya masih ada, tidak kami apa-apai. Silahkan ambil ke rumah!” ujarnya kepada koranbanjar.net via seluler, Kamis (15/8/2019).

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Pembagian daging kurban tersebut pada Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/8/2019) lalu. Katiman menjelaskan, dirinya dengan panitia kurban menyediakan daging 50 bungkus sesuai jumlah kepala keluarga (KK). Selain itu, sistem pembagian daging pun sesudah konsultasi dengan kepala dusun dan pambakal.

Seluruh gaging tersebut, lanjut Katiman, dibagi-bagi secara langsung kepada warga yang ikut kerja bakti untuk HUT RI. Sementara yang tidak ikut kerja bakti disuruh mengambil langsung ke rumah.

Baca berita sebelumnya: Embat 5 Bungkus Daging Kurban, Ketua RT Ini Diberhentikan Dari Jabatannya

Terkait kabar dirinya dilengserkan warga sebagai ketua RT, Katiman menjelaskan belum ada warga yang datang secara langsung untuk menyuruh dirinya turun sebagai ketua RT.

“Tidak ada yang bicara seperti itu kepada saya, paling hanya berani bicara di belakang saja. Coba datang kepada saya dan bicarakan semua,” ucapnya.

Senada dengan Katiman, panitia kurban Agus Salim mengungkapkan, semua yang diucapkan warga untuk menyudutkan Ketua RT Katiman adalah fitnah.

Menurutnya, ada 4 orang yang enggan mengambil daging secara langsung ke rumah RT. “Jadi bukan lima, yang benarnya tapi hanya empat saja, mas. Dan semua yanag dituduhkan kepada pak RT itu semuanya tidak benar, saya saksinya. Yang empat orang itu malu mengambil daging ke rumah RT karena tidak pernah ikut kerja bakti,” ujar Agus kepada koranbanjar.net.

Ditanya terkait adanya upaya menurunkan Katiman sebagai Ketua RT, Agus menegaskan tidak benar, dan hingga saat ini Katiman masih menjabat sebagai RT setempat. Pun yang berupaya melengserkan ketua RT, ujar Agus, hanya empat orang tersebut.

“Hanya segelintir orang itu saja yang mau melengserkan, yang lain adem ayem saja, gak ada masalah,” tutupnya. (dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *