Ketika Mantan Preman Pasar Sudimampir Berusia Senja, “Banyaki Kawan Aja Nangai..”

  • Bagikan
Di Pasar Sudimampir, Kota Banjarmasin inilah Salahuddin alias Ulin biasa nongkrong. (foto: koranbanjar.net)
Di Pasar Sudimampir, Kota Banjarmasin inilah Salahuddin alias Ulin biasa nongkrong. (foto: koranbanjar.net)

Salahuddin alias Udin adalah satu dari sekian banyak mantan preman yang ingin menghabiskan sisa umurnya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Masa lalunya banyak dilewati dengan tindak kriminal, namun begitu memasuki usia senja, dia justru lebih banyak memberi nasihat dan beribadah.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Salahuddin kini berusia 55 tahun, dia lebih banyak mangkal di kawasan Pasar Baru, Kelurahan Sudimampir, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

Saat dijumpai koranbanjar.net, Selasa, (20/4/2021), di sebuah warung kopi Jalan Pasar Baru, Kelurahan Sudimampir, Kota Banjarmasin, Udin –demikian dia akrab disapa, red–, enggan memberikan alamat lengkap tempat tinggalnya.

Udin salah satu mantan preman Pasar Baru yang namanya mungkin tidak setenar preman-preman lain. Saat ini Udin hanya berprofesi sebagai makelar tanah, motor, mobil atau apa saja. “Yang penting halal,” ungkapnya.

BACA JUGA ; Adi Diserang Preman saat Melintas di Jembatan Kelayan Banjarmasin

Ketika berbincang dengan Udin di warung kopi di dalam Pasar Belauran Jl Pasar Baru, Udin banyak mengisahkan histori kehidupannya yang sangat tragis, terutama di usia muda.

Udin tidak mau menyebutkan asal, darimana maupun tempat tinggalnya sekarang.

“Intinya, aku ini urang banua jua nang ai,” ujarnya.

Semasa muda Udin pernah 5 kali masuk bui, karena berbagai kasus, antara lain kasus perkelahian. Dia memiliki istri, 4 anak dan 5 cucu.

BACA JUGA ; Menguak Kerasnya Kehidupan Anjal di Banjarmasin, Hasil Ngemis Dirampas Preman, Kadang Mencuri

Ksehariannya dihabiskan untuk menunggu waktu sholat. Tiap waktu sholat tiba, dia pun bergegas menuju Masjid Noor yang berlokasi tidak jauh dari tempat dia nongkrong. “Aku jarang sekali nongkrong di sini, karena kondisi badan yang sudah tidak mendukung. Tadi habis sholat tarawih di Masjid Noor, lalu santai di warung kopi ini. Daripada di rumah kadada yang digawi jua,” imbuhnya.

BACA JUGA ; Para Pencari Berkah Bimbing Preman yang Taubat

Menjelang akhir perbincangan, Udin sempat memberikan nasihat, “Hidup ini lamun kawa jangan banyak masalah, musuh jangan dicari nang ai, banyaki kawan aja nyaman ikam hidup,” tutupnya.(mj-33/sir)

 

 

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *