oleh

Ketiadaan Alat Uji Kir Banyak Hilangkan Peluang PAD Kotabaru

KOTABARU, koranbanjar.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotabaru hingga kini belum memiliki alat uji kir mobil untuk dioperasikan di jalan raya lintas nasional di wilayah Kabupaten Kotabaru, dari Kecamatan Pulau Laut Utara sampai Pulau Laut Tengah.

Tak tersedianya pelayanan uji kir di wilayah tersebut tentu berdampak pada hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Kotabaru.

Padahal, menurut Kepala Dishub Kotabaru Adi Sutomo, saat ini telah banyak mobil angkutan umum bernomor polisi dari wilayah Kabupaten Kotabaru, namun memiliki buku kir dari luar daerah.

Hal tersebut tentu menjadi kerugian bagi pemerintah daerah Kabupaten Kotabaru sendiri.

“Kita banyak kehilangan peluang PAD lantaran buku uji kir mobil-mobil di sini berasal dari luar daerah. Inilah kelemahan kita, kita tak punya alat uji kir. Terutama di wilayah Kotabaru yang masuk bagian Pulau Kalimantan,” kata Adi.

Ketiadaan alat uji kir yang dialami Dishub Kotabaru utamanya lantaran harga alatnya yang relatif mahal. “Kalau tidak salah harganya hampir Rp 4 miliar per unit,” sebutnya.

Meski mahal, namun Adi berani memastikan dengan alat uji kir yang dimiliki, pelayananan uji kir mobil yang dilaksanakan mampu mendongkrak hasil PAD menjadi besar.

Dalam upayanya, sementara ini Dishub mulai melancarkan koordinasi dengan DPRD Kotabaru agar bisa membantu pengadaan alat uji kir tersebut.

“Sebenarnya kita perlu tiga, satu di wilayah Kecamatan Pulau Laut. Satu di Desa Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, dan satunya lagi di Desa Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat. Kalau kita punya, saya pastikan PAD bakal meningkat,” pungkasnya. (cah/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan