Kalsel  

KETERLALUAN, Pemerintah Kalsel Biarkan Jembatan Basirih Rusak, Timbulkan Banyak Korban

Kondisi Jembatan Basirih di Kota Banjarmasin ini sangat berbahaya dilewati, terutama pada malam hari. (foto: koranbanjar.net)
Kondisi Jembatan Basirih di Kota Banjarmasin ini sangat berbahaya dilewati, terutama pada malam hari. (foto: koranbanjar.net)

Sungguh keterlaluan. Sudah sekian lama Jembatan Kembar di Jalan Mantuil Permai, Mantuil, Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin ini mengalami kerusakan, bahkan menimbulkan korban kecelakaan yang cukup banyak. Namun Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini Dinas PUPR Provinsi Kalel tidak peduli. Buktinya, sampai detik ini, kerusakan jembatan itu belum juga diperbaiki, meski perbaikannya (mungkin) sangat sepele.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Sampai sekarang Jembatan Kembar di Jalan Mantuil Permai, Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan, masih dalam kondisi rusak. Besi untuk pembatas ruas jembatan sudah hilang. Pengguna jembatan yang tidak hati-hati saat melintas, terlebih di malam hari, berpotensi akan terjungkal. Apalagi kawasan jembatan itu tidak disertai penerangan yang memadai.

Ketua RT setempat, Habib Ali saat ditemui koranbanjar.net mengaku juga risau melihat kondisi jembatan kembar itu. Energi berupa aki untuk penerangan jembatan sudah lama hilang, karena dicuri orang. Dia sudah sering melaporkan keadaan jembatan ke perintah daerah, namun sampai sekarang belum pernah direspon.

Pembatas jembatan kembar Basirih yang dibiarkan rusak, hingga menimbulkan korban. (foto: koranbanjar.net)
Pembatas jembatan kembar Basirih yang dibiarkan rusak, hingga menimbulkan korban. (foto: koranbanjar.net)

Akibatnya, penerangan di atas jembatan tersebut sangat minim. Bukan hanya menyebabkan rawan kecelakaan, keremangan di kawasan itu dimanfaatkan pasangan anak muda untuk berpacaran. Sementara bawah jembatan merupakan jalur untuk menuju makam dua ulama besar, yakni Makam Habib Hamid Bahasyim Basirih dan Habib Batilantang.

“Sering kecelakaan di atas jembatan itu, karena pengendar motor tidak menyadari adanya lubang dan terpental,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya, tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan hingga terluka parah. “Pengendara motor ada yang mengalami patah tangan, dan adapula yang terluka parah lainnya,” ujar dia.

Habib Ali menambahkan, kawasan tersebut merupakan kawasan religi, sehingga sering dilewati penziarah ke Makam Habib Basirih dan Habib Batilantang, sedangkan di atas jembatan banyak anak-anak yang berpacaran,” tuturnya.(myr/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.