Ketahuan Bawa Sajam, Pria Ini Ditembak Polisi 4 Kali di Kaki

Mujahid tergolek di rumah sakit. (Foto: Koranbanjar.net)
Mujahid tergolek di rumah sakit. (Foto: Koranbanjar.net)

Seorang pria dilumpuhkan dengan empat peluru bersarang di kakinya. Dugaan sementara pria ini ditembak anggota kepolisian berinisial JF, karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/2/2024) lalu sekitar pukul 18.40 Wita di sekitar Masjid Al Karomah Martapura.

BANJAR, koranbanjar.net Seorang pria, M atau Mujahid (31), warga Murung Keraton Martapura mengalami luka parah di kaki, bahkan dikabarkan mengalami patah tulang akibat terkena peluru panas di bagian kaki.

Kronologinya, menjelang magrib Mujahid cekcok mulut dengan seorang pengendara CBR di kawasan Pasar Martapura. Melihat kejadian tersebut datang massa pasar dan terminal yang langsung memukuli pengendara CBR.

Melihat banyak massa yang datang, Mujahid menduga massa juga akan memukuli dirinya. Lantas dia mengeluarkan sajam, untuk mencegah massa agar tidak memukuli dirinya.

Di tengah kerumunan massa tiba-tiba terdengar suara tembakan yang diduga dari seorang anggota kepolisian dari Polda Kalsel.

Karena membawa sajam, Mujahid langsung lari, sambil membuang senjata tajam ke selokan. Rupanya saat lari, Mujahid dikejar polisi itu dan tertembak di bagian kaki.

Mujahid terjatuh dan sempat memberitahu bahwa dia bukan maling atau pelaku kejahatan.

Namun anggota Polda tersebut tetap menembak kakinya hingga 4 kali, sehingga menyebabkan patah tulang. Mujahid diketahui membawa sajam dan berkelahi.

Kemudian Mujahid dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. Keesokan harinya, ia dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin oleh pihak kepolisian dengan alasan untuk memudahkan penanganan operasi dan sekarang diisolasi sebagai tahanan, karena membawa sajam.

Mujahid mengalami patah tulang. (Foto: Koranbanjar.net)
Mujahid mengalami patah tulang. (Foto: Koranbanjar.net)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi ketika berhasil dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut pada Kamis 29 Februari 2024, sekitar pukul 18 50 wita.

Ketika itu, petugas Polri atas nama JF melintas, melihat ada orang yang terancam jiwanya karena ditusuk pelaku M dan S.

Sementara S telah melarikan diri. Kemudian, JF berhenti dan memerintahkan M dan S agar menyerah, serta diberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan. Sehingga JF memberikan tindakan tegas terukur terhadap pelaku M di bagian kaki.

Korban penikaman berinisial HN mengalami luka di pinggang dan baju sobek, sekarang sudah divisum, karena terluka dan membuat laporan ke Polres Banjar.

Pelaku Mujahid yang mengalami tindakan tegas terukur di kakinya, pernah bermasalah dengan hukum karena kasus narkoba.

Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Banjar AKP Suwarji saat mau dikonfirmasi tidak berhasil dihubungi. (yon/maf/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *