Kementan Tumbuhkan Kapasitas SDM Pertanian, Tingkatkan Regenerasi Petani

SMK-PPN Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalsel menggelar Workshop Institusi TVET dalam Program YESS di Hotel Rattan-Inn Banjarmasin. (Sumber Foto: Tim Ekspos SMK PP Negeri Banjarbaru/koranbanjar.net)

Regenerasi Petani dan Penumbuhan jiwa wirausaha pertanian menjadi fokus dari program Kementerian Pertanian, salah satunya dengan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang merupakan kerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

BANJARMASIN,koranbanjar.net – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis.

Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa regenerasi petani adalah harga mati yang harus dilakukan.

“Karena petani milenial inilah berperan penting di dalam pembangunan pertanian Indonesia bukan hanya saat ini tetapi 10 hingga 20 tahun ke depan,” sebut Dedi.

Dalam upaya menfasilitasi petani muda di Kalimantan Selatan (Kalsel), Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalsel menggelar Workshop Institusi TVET dalam Program YESS di Hotel Rattan-Inn Banjarmasin.

Digelar selama 3 hari dari 16-18 Mei 2024, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lembaga TVET (Technical and Vocational Education and Training) di Kalimantan Selatan, termasuk SMK, SMK-PP dan perguruan tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, bertujuan untuk meningkatkan kualitas staf dan pimpinan lembaga TVET serta mempererat kerjasama antar lembaga.

Acara dibuka oleh Fofa Arofi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu sekaligus Deputi Teknis PPIU Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menarik minat calon peserta didik untuk bersekolah di jurusan pertanian.

“Workshop Lembaga TVET ini menjadi kegiatan yang akan meningkatkan kualitas staf dan pimpinan lembaga serta diharapkan dapat menciptakan kerjasama antar lembaga, sehingga dapat meningkatkan minat calon peserta didik untuk bersekolah di jurusan pertanian,” ujar Fofa.

Selama workshop, para peserta mendapatkan materi dari Moh. Ishat dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dan Soedjatmiko, konsultan bidang pertanian.

Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi dan berbagi pengalaman antar lembaga untuk mengembangkan strategi peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi di sektor pertanian.

Workshop ditutup oleh Angga Tri Aditya Permana selaku Project Manager Program YESS Kalimantan Selatan.

Dalam penutupannya, ia menyampaikan harapan agar kesadaran terhadap pentingnya pertemuan semacam ini dapat terus ditingkatkan oleh pemerintah dan stakeholder terkait.

“Mudah-mudahan awareness terhadap pertemuan ini ke depan bisa dilanjutkan oleh pemerintah atau stakeholder terkait. Jika kita hanya mengandalkan pemerintah, ibaratkan meja maka penutup mejanya itu kurang menuju semua,” ungkap dia.

Peran masyarakat sebisa mungkin diberdayakan dan dioptimalkan, contohnya kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang dapat membantu proses bisnis di institusi berjalan.

“Data lulusan yang real sangat penting untuk diungkapkan dalam forum-forum yang lebih besar, terutama di provinsi, sebagai langkah untuk meningkatkan awareness dan kolaborasi dari berbagai stakeholder,” ujar Bapak Angga Tri Aditya Permana.

Angga juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan, melainkan merupakan program komprehensif yang melibatkan seluruh komponen dari hulu ke hilir.

Harapannya, program ini akan menggerakkan masyarakat sekitar menuju perubahan positif dan peningkatan kewirausahaan di sektor pertanian.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan lembaga-lembaga TVET di Kalimantan Selatan semakin solid dalam menjalin kerjasama dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut. (Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *