Kemenkes Kritisi Program Penghapusan Jamban Apung

oleh -81 views
Kemenkes Kritisi Program Penghapusan Jamban Apung
Tim Verifikasi Lapangan Penilaian Swastisaba Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2019, mengunjungi beberapa lokasi khusus (lokus) di Kabupaten Banjar, Kamis (12/9/2019) pagi. (foto: istimewa)

MARTAPURA, koranbanjar.net – Perwakilan Kementerian Kesehatan Adhy Prasetyo Widodo mengkritisi program penghapusan jamban Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Banjar bersama masyarakat. Menurutnya, jangan hanya jambannya saja yang dibongkar, namun karakternya juga harus diberubah.

“Karena prilaku itu sangat sulit diubah,” ujarnya beberapa waktu lalu saat bertandang ke Kabupaten Banjar dalam rangka penilaian swastisaba kabupaten/kota sehat tingkat nasional tahun 2019.

“Bersyukurnya masyarakat juga ikut serta mendukung program pemerintah daerah melakukan pembongkaran jamban,” sambung Adhy.

Selain itu, ia juga memuji sumber air bersih di Bendung Intan. “Bagus sekali dan kami perlu tahu sejauh mana pengelolaannya,” tuturnya.

Menurutnya, faktor penting kesehatan masyarakat adalah air bersih dan sanitasi yang bagus.

“Kami juga mengapresiasi untuk metana tidak semuannya, karena metana itu daya bahannya tidak sebesar elpiji tapi itu sudah bagus sekali gas metana yang dimanfaatkan itu tidak mencemari,” ungkapnya.

Ia berharap, dari verifikasi ke lapangan nanti untuk swastisaba di tahun 2019, Kabupaten Banjar sehat bisa mendapatkan Swastisaba. (dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan