oleh

Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat, Kalsel Diyakini Lebih Maju

JAKARTA, KORANBANJAR.NET – Kalimantan Selatan dengan luas wilayah 37.000 meter persegi dan memiliki jumlah penduduk 4,1 juta jiwa , didukung dengan potensi alam dan wisata yang memesona, diyakini ke depan  akan menjadi daerah berkembang dan lebih maju.

Kebijakan Pemprov Kalsel yang konsisten dalam mengembangkan kepariwisataan dan berusaha menggeser kontribusi sektor pertambangan  sebagai sumber daya alam yang tak terbarukan,  dinilai solusi tepat dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Hal tersebut diutarakan Bambang Sapto Pratomosunu,  Pembimbing  H Abdul Haris Makkie,  usai Seminar Laboratorium Kepemimpinan Peserta Diklatpim TK I Angkatan XXXVIII, di Graha Wisesa Pusdiklat Kepemimpinan Aparatur Negara, LAN RI, Senin (2/7).

Dikatakan Bambang yang juga Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI,  ia sangat mengapresiasi kebijakan Pemprov Kalsel yang menjadikan sektor pariwisata masuk dalam salah satu sektor pembangunan prioritas  dari 13 sektor yang telah ditetapkan.

“Saya yakin jika sektor kepariwisataan dikelola secara profesional, terpadu dan berbasis masyarakat  maka Kalimantan Selatan akan menjadi daerah  berkembang dan lebih maju,” tandasnya.

Lebih lanjut, Program Inovasi  Abdul Haris dengan Judul Pengembangan Pariwisata Terpadu Berbasis Masyarakat, jika berhasil diimplementasikan akan  memberikan multi efek luar biasa bagi kemajuan pariwisata daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, selaku mentor pada seminar laboratorium peserta Diklatpim TK I atas nama Abdul Haris.

Menurutnya, kehadiran gubernur tersebut,  menjadi bukti perhatian atau kesungguhan dari seorang kepala daerah dalam mendukung karya atau inovasi  bagi kemajuan pembangunan khususnya kepariwisataan.

“Tadi saya juga menyimak, adanya keterpaduaan pemikiran pa gubernur dengan  proyek perubahan sebagaimana dipaparkan Abdul Haris,”  kata Bambang.

Sementara Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya atas kegiatan Diklatpim I yang dilaksanakan pihak LAN RI.

Dikatakan, Paman Birin -panggilan akrabnya-, melalui kegiatan Diklatpim ini, tidak hanya menjadi media peningkatan ilmu pengetahuan,  lebih penting dari itu adalah lahirnya karya- karya atau inovasi cerdas dan bermanfaat bagi daerah.

Sementara itu Abdul Haris dalam presentasi Seminar Laboratorium kepemimpinan Diklatpim I  di depan  Pembimbing Bambang Sapto Pratomosunu dan  Sekretaris Utama LAN RI, Sri Hadiati, yang juga sebagai Penguji (Narasumber), menjelaskan, salah satu latar pemikiran utama pentingnya pengembangan kepariwisataan  terpadu berbasis masyarakat adalah, masih kurang terpadunya pengelolaan pariwisata antara stakeholder dan minimnya keterlibatan masyarakat secara langsung.

Latar pemikiran lain adalah kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB sangat rendah. Terbukti berdasarkan data sampai tahun 2017, sektor ini hanya menyumbang sebesar 1, 97 persen dari total PDRB Kalsel.

“Alhamdulillah Kalsel juga telah memiliki Peraturan Gubernur Kalsel Nomor  32 Tahun 2018, tentang Pembangunan Destinasi  Pariwisata di Provinsi Kalsel, sebagai regulasi memantapkan pembangunan kepariwisataan,” ucapnya, seraya menambahkan lahirnya Pergub No 32/2018, merupakan implementasi dari program inovasi diklatpim. (bdm/fah).

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: