oleh

Kelompok Relawan di HST Ini, Lahir Dari Chemistry Saat Penggalangan Dana

Berawal penggalangan dana untuk musibah, para relawan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang sudah ada ‘chemistry’ membentuk kelompok.

MUHAMMAD HIDAYAT, Barabai

MUSIBAH tak hanya berdampak buruk, dibaliknya banyak hikmah yang bisa dipetik.

Salah satunya pintu amal terbuka, bahkan menjadi pertemuan sesama individu yang peduli.

Terbentuknya kelompok RKGA, merupakan akronim dari Relawan Gabungan Kota Apam.

Kota Apam, yakni julukan Kota Barabai HST yang terkenal dengan makanan khasnya ‘Apam Barabai’.

RGKA merupakan kelompok relawan baru, dan bermarkas di Desa Pelajau Kecamatan Pandawan HST.

RGKA terbentuk sekitar November 2019 lalu, atas dasar pemikiran bersama.

“Tak disengaja juga kami saling kenal, saat relawan berbagai kalangan ada melakukan penggalangan dana di Kota Barabai,” ungkap Ramli, salah satu penggagas dibentuknya RGKA.

Saat itu kenangnya, terjadi musibah kebakaran di Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Kabupaten HST.

Lalu lanjutnya, bertemulah para relawan dari berbagai kalangan, melakukan aksi penggalangan dana, di Simpang 10, Kota Barabai.

Setelah itu tuturnya, silaturrahmi tetap jalan, makin akrab dan ada kesamaan faham.

Diungkapkannya, semua mempunyai niat sama, yakni melakukan aksi langsung untuk menolong orang terkena musibah.

“Muncullah ide membentuk suatu komunitas atau organisasi relawan, untuk meningkatkan silaturrahmi,” kenang pria yang menjabat Sekretaris Umum RGKA itu.

Saat ini bebernya, terdaftar 25 orang sebagai anggota RGKA. Tetapi tambahnya, masih banyak simpatisan yang masih belum resmi menjadi anggota.

Ia berujar, pihaknya siap pergi ke luar kota, membantu masyarakat yang tertimpa bencana.

Ramli mencontohkan, RGKA ikut saat melakukan pencarian orang tenggelam Tapin beberapa waktu lalau.

“Saat itu, kami yang pertama menemukan korban,” ungkapnya.

Kendati demikian, kesibukan menjadi relawan tidak menghalangi waktu dengan keluarga dan melakukan usaha.

“Kami di RGKA pakai shift, jadi yang kena shift itu berangkat jika ada musibah. Jadi, kami bisa mengatur jadwalnya masing-masing, antara keluarga dan kegiatan relawan,” ujarnya.

Ketua Umum RGKA Rizky menambahkan, pihaknya tidak hanya menolong dalam hal emergency.

Namun, juga dalam hal sosial, “Seperti melakukan penggalangan dana untuk warga membutuhkan di berbagai daerah,” ucapnya.

Dengan motto “semoga lelahku menjadi lillah”, menjadi motivasi mereka beraksi bukan mencari imbalan materi.

Meski ungkapnya, RGKA saat ini belum memiliki mobil operasional sendiri. (dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: