Kejayaan Stadion Demang Lehman Markas Martapura FC Pudar, Pengelolaan Diserahkan ke Barito Putera

  • Bagikan
BAGIAN DEPAN - Salah satu ruang Stadion Demang Lehman di bagian depan,. (foto: koranbanjar.net)

Kejayaan Stadion Demang Lehman di Jl Indrasari, Kecamatan Martapura Kota, yang pernah menjadi markas Martapura FC kini sudah pudar. Biaya operasional yang tinggi ditambah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu, membuat manajemen Martapura FC menyerahkan pengelolaan kepada manajemen Barito Putra, PT Barito Putera Berbakti.

MARTAPURA, koranbanjar.net – Kejayaan klub sepak bola kebanggaan warga Kota “Serambi Makkah” Martapura, Martapura FC kini sudah berada pada titik nadir. Tidak hanya manajemen Martapura FC resmi diambilalih Kevin Hardiman dan berganti nama menjadi Dewa United FC per 22 Februari 2021 lalu yang bermarkas di Kota Tangerang, pengelolaan stadion yang semula menjadi markas Martapura FC pun ternyata sudah lama diserahkan kepada manajemen Barito Putra, PT Barito Putera Berbakti.

Pantauan koranbanjar.net di Stadion Demang Lehman, Minggu, (28/02/2021) sekitar pukul 16.30 wita, Stadion Demang Lehman yang semula menjadi markas Martapura FC seperti kehilangan “auranya”.

KETUA UMUM MARTAPURA FC – Mokhammad Hilman. (foto:dok pribadi)

Walaun masih terbilang bersih, namun ada saja kondisi yang tidak nyaman dipandang pada Stadion Demang Lehman. Semua akses atau pintu menuju lapangan hijau Stadion Demang Lehman tertutup rapat, bahkan ada yang dikunci dengan gembok. Namun dari luar masih kelihatan beberapa ruang yang berdebu, bekas kostum berhamburan, kaca yang ditutup dengan kertas serta bahan lain. Pemandangan yang kurang nyaman juga tampak pada salah satu ruangan di lantai dasar, ditemukan satu kopiah dan jilbab yang tertinggal oleh pemiliknya.

Ketua Umum Martapura FC, Mokhammad Hilman ketika dikonfirmasi koranbanjar.net, Minggu malam tadi, (28/02/201), menjelaskan, pengelolaan Stadion Demang Lehman sudah diserahkan kepada manajemen Barito Putera, PT. Barito Putera Berbakti.

DITEMUKAN – Di salah satu ruang ditemukan kopiah dan jilbab. (foto: koranbanjar.net)

“Tidak sanggup lagi kita membiayai operasional Stadion Demang Lehman, makanya kita kerjasamakan dengan manajemen Barito Putera, PT, Barito Putera Berbakti,” demikian ungkap Hilman.

Dijelaskan, saat Stadion Demang Lehman dikelola Martapura FC, pihaknya harus menyediakan biaya operasional rata-rata perbulan Rp50 juta. “Listrik saja Rp15 juta per bulan, belum lagi membayar gaji petugas kebersihan, memelihara rumput dan lain-lain, semua mencapai Rp50 juta. Itupun tadinya listrik yang kami bayar Rp20 juta perbulan, kemudian dayanya yang semula 189 kva, kami turunkan menjadi 154 kva, makanya pembayaran listrik menjadi Rp15 juta per bulan,” bebernya.

TERKUNCI – Semua akses terkunci. (foto:koranbanjar.net)

Adapun perjanjian yang disepakati dengan manajemen Barito Putera, imbuhnya, pengelolaan Stadion Demang Lehman diserahkan kepada manajemen Barito Putera, kemudian bila ada kompetisi atau pertandingan, Pemkab Banjar tetap mendapatkan pajak pertandingan. Bahkan kalau dalam kompetisi, manajemen Barito Putera meraih untung, pembagiannya adalah untuk manajemen Barito Putera 60 persen, kemudian Martapura FC 40 persen. “Itu kalau untung,” ucapnya.

Sementara penghasilan dari parkir tetap menjadi pendapatan Pemkab Banjar. “Jadi tidak ada ruginya, pemeliharaan dikelola manajemen Barito Putera, pajak tetap mendapatkan, retribusi parkir tetap menjadi pendapatan daerah. Bahkan kalau untung dapat bagian,” jelasnya.(sir)

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *