Baznas

Kedapatan Ngelem di Taman, Eh Pas Orang Tuanya Didatangkan Oleh Petugas Si Anak Malah..

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJARBARU, koranbanjar.net – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru kembali melakukan giat rutin yaitu memantau Taman dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di kawasan Kota Banjarbaru, Jum’at malam (16/03).

Menurut PPNS Seksi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Banjarbaru, Yanto Hidayat, giat rutin terus dilakukan demi menjaga fungsi RTH agar tidak disalahgunakan oleh sebagian kalangan terutama anak muda.

“Iya, giat kali ini kita akan memantau beberapa RTH yang ada di kawasan Banjarbaru. Karena kita juga masih sering mendapat laporan warga bahwa ada anak-anak muda yang bermesraan dan ngelem di kawasan RTH. Sebelumnya kita akan menegur badut ya dulu sambil lewat, karena mereka telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat bahwa tidak boleh mangkal di pinggir jalan lagi. Lah, sekarang saya lihat tadi mereka malah di tengah jalan yaitu di atas pembatas jalan seberang Taman Van Der Pijl,” ujarnya.

Saat petugas hendak mendatangi para badut, mereka sedang diajak berfoto oleh beberapa orang. Lalu, mereka diminta untuk melepas topeng badutnya dan diperingatkan agar tidak lagi mangkal disitu karena seperti perjanjian yang telah disepakati dulu. Kedua badut itu pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi.

Penelusuran berlanjut ke RTH Kemuning dimana ada beberapa anak muda yang tengah asyik nongkrong dan langsung ngacir saat petugas tiba.

Berlanjut ke Taman Gembira, ada seorang anak laki-laki yang langsung membuang barang bukti berupa Lem Fox saat petugas datang. Sedangkan kawan-kawannya yang lain asyik berfoto-foto.

Petugas pun langsung mengamankan anak laki-laki itu serta menggeledah motor yang diparkir oleh mereka di sekitaran taman. Setelah meminta keterangan dari kawan-kawannya akhirnya diketahui bahwa anak ini tinggal tak jauh dari sini. Petugas diantar oleh salah seorang kawannya menjemput orang tua si anak laki-laki tersebut.

Setelah sang ibu datang, terjadilah drama yang cukup pelik. Anak itu pun menagis meraung-raung dan membela diri bahwa dia tidak ngelem.

“Saya nggak ngelem ma’, saya itu tadi cuma diminta anak-anak lain buat megangin lemnya. Terus dia pergi nggak tau kemana. Jadinya saya yang kena tuduh, padahal saya nggak ngelem,” ujarnya.

Si ibu pun bercerita bahwa anak itu memang dulu pernah ketahuan olehnya ngelem tetapi sudah berjanji kepadanya untuk tak mengulangi lagi. Si ibu pun terlihat begitu kecewa saat anaknya kembali melakukan hal itu dan tertangkap petugas.

Kemudian, petugas pun mengembalikan si anak laki-laki yang diketahui masih duduk dibangku SMP itu kepada ibunya. Serta meminta sang ibu untuk menjaga sang anak agar tidak kembali melakukan hal yang merusak otak tersebut.(ana/kie)

  • Bagikan