BNN

Kecurigaan Pendemo di Kotabaru Terbukti, PT SDO Buang Limbah ke Laut

  • Bagikan
Para pendemo melakukan aksi di depan PT SDO Kotabaru. (foto: icah)
Para pendemo melakukan aksi di depan PT SDO Kotabaru. (foto: icah)

Kecurigaan puluhan anggota Aliansi Nelayan dan Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Kotabaru terhadap PT Sime Darby Oils (SDO) Pulau Laut Refinery yang diduga melakukan pencemaran lingkungan akhirnya terbukti. Pasalnya, pendemo telah menemukan perusahaan tersebut memang benar membuang limbah ke laut.

KOTABARU, koranbanjar.net- Aksi demo mereka kali ini merupakan aksi terakhir terkait tuntutan yang telah dilayangkan para Aliansi Nelayan saat aksi unjuk rasa pada, Senin (20/9/2021) kemarin.

Aksi Nelayan ini berlansung lama, bahkan sempat bersitegang dengan pihak Humas PT SDO, yang melonak tuntutan para nelayan saat aksi demo tersebut.

Para Nelayan menuntut, jika pihak perusaan tidak mengizinkan mereka masuk dan menunjukan titik pembuangan akhir limbah, maka para Aliansi Nelayan ini akan tetep bertahan di depan portal perusahaan.

“Aksi kami ini aksi lanjutan yang kemarin, dan aksi ini aksi terkahir harus selesai,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Akbar, Kamis (23/9/2021).

Para pendemo di depan PT SDO Kotabaru. (foto: icah/koranbanjar.net)
Para pendemo di depan PT SDO Kotabaru. (foto: icah/koranbanjar.net)

Aksi yang sempat bersitegang itu, akhirnya menemukan titik terang. Di mana pihak perusahaan akhirnya mengizinkan tiga perwakilan dari Aliansai Nelayan dengan didampingi DLH Kotabaru untuk megecek titik akhir pembuangan limbah berdasarkan surat resmi yang diminta pihak perusahaan.

Setelah dapat melihat langsung titik pembuangan limbah, ternyata kecurigaan dan dugaan para nelayan ini memang benar bahwa, pihak perusahaan mebuang limbah ke laut. Dari sebuah proses, kemudian hasil yang sudah melewati standar mutu dari pembuangan limbah baru dibuang ke laut.

“Jadi di sini jelas, kecurigaan dan dugaan kami bahwa limbah ini memang dibung ke Laut,” ucapnya.

Tak hanya itu, Akbar juga menyebutkan pembuangan limbah ke laut ini juga masih ada efek yang mengakibatkan terjadi pencemaran lingkungan, terutama dalam kawasan lautan.

“Dan inilah yang dirugikan oleh nelayan-nelayan kecil terutama nelayan yang beroperasi di wilayah pesisir PT SDO tersebut,” pungkasnya.(cah/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 4 =