oleh

Kecewa Ketidakhadiran 11 Anggota DPR RI, Aliansi Buruh: Kami Nyatakan Mosi Tidak Percaya

Kecewa akibat ketidakhadiran 11 anggota DPR RI daerah pemilih(dapil) Kalimantan Selatan pada acara audiensi pihak buruh dengan anggota perwakilan rakyat daerah(DPRD) Kalsel. Aliansi Pekerja Buruh Banua(APBB) Kalsel mengatakan mosi tidak percaya(#mosi tidak percaya) terhadap 11 wakil rakyat tersebut.

BANJARMASIN, koranbanjar.net –
Pernyataan ini ditegaskan oleh Ketua APBB), Yoeyon Indahrto saat ingin menutup(closing) acara audiensi yang bertempat di gedung DPRD Kalsel lantai 4, Banjarmasin, Selasa (27/10/2020).

“Kita akan membuat mosi tidak percaya kepada 11 anggota DPR RI, walaupun dengan berbagai alasan apapun,” tegasnya.

Dirinya menilai, 11 anggota DPR RI pengecut, sebab memberikan alasan ketidakhadiran secara tidak tertulis.

“Kalau mereka gentleman, harus dengan tertulis lah, kalau cuman lisan, pengecut namanya,” sebutnya dengan nada ketus.

Lanjut, dirinya juga mengancam hingga pada pemilihan legislatif(Pileg) tahun 2024 mosi tidak percaya ini akan terus digaungkan.

“Pada Pileg 2024 nantinya, kepada anggota kami, khususnya Aliansi Pekerja Buruh Banua untuk tidak memilih mereka, dan jejak rekam digitalnya akan kami putar berulang-ulang, karena mereka sudah tidak layak lagi dipilih,” ucapnya.

Audiensi Aliansi Pekerja Buruh Banua sebagai tindak lanjut penyampaian aspirasi pekerja buruh tetkait terbitkan Perppu, tolak UU Cipta Kerja(Omnibus Law).

Dimana rencananya mengundang 11 anggota DPR RI dapil Kalsel yang saat ini sedang melaksanakan reses.

Sebelumnya, Aliansi Pekerja Buruh Banua(PBB) meminta kepada 11 anggota DPR RI daerah pemilihan(Dapil) Kalimantan Selatan agar menemui dan mendengarkan keluhan kaum buruh di Kalsel.

Hal ini disampaikan Biro Hukum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi( KSPSI), Sumarlan lewat orasinya pada aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja(Omnibus Law) dihadiri kurang lebih 1.500 .buruh se -Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2020) di depan gedung DPRD Kalsel Banjarmasin.

“Kami sebenarnya memohon kepada 11 anggota DPR RI yang saat ini reses untuk menemui kami berdialog dan ayolah sampaikan pendapat kami,” pintanya saat itu dengan tegas.

Ia pun menyindir keberadaan 11 anggota DPR RI perwakilan Kalsel ini tak ada satupun duduk di Komisi IX yang menangani bidang perburuhan.

Faktanya, 11 fraksi tidak pernah terlibat apalagi mendekat kepada pihaknya. Sehingga para wakil rakyat itu tidak tahu apa keluhan kaum buruh.

Senada dengan Sumarlan, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(FSPMI) Kalsel Yoyoen Indharto mengatakan pihak buruh meminta suara mereka ini didengar oleh 11 anggota DPR RI perwakilan Kalsel di Senayan untuk disampaikan ke pusat.

“Kami meminta 11 anggota DPR RI itu mendengarkan suara para buruh di daerah dan menyampaikannya ke pemerintah pusat terkait penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja,” teriak Yoeyon kala itu di atas sebuah mobil orator.

APBB terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi( KSPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Internasional (KSPI) serta Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) (yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: