oleh

Kaum Milenial Banjarmasin Ikuti Kegiatan Perpustakaan Proklamator Bung Karno

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Sebanyak 300 peserta terdiri dari generasi milenial mengikuti kegiatan Internalisasi Pemikiran Proklamator Bung Karno yang digelar Perpustakaan Proklamator Bung Karno bekerja sama dengan Dispersip Kalsel di Hotel Roditha Banjarmasin, Selasa (27/8/2019).

Kegiatan ini ditujukan khusus untuk kalangan generasi muda, agar mereka tidak sampai lupa dengan pendiri NKRI dan terus ingat nilai-nilai yang ditanamkan bapak bangsa ini. Lebih dari itu juga untuk sosialisasi Perpustakaan Proklamator Bung Karno.

Ketua Panitia M Ramadhan mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel mengatakan, kegiatan ini untuk lebih meningkatkan lagi semangat juang di era digitalisasi.

“Bangsa Indonesia bangsa yang kaya terdiri dari kepulauan. Rasa nasionalisme perlu untuk terus dipupuk seiring dengan perkembangan zaman. Untuk itu, perpustakaan sebagai pusat informasi dan sumber referensi kebangsaan serta sumber inspirasi pemantapan nasionalisme Indonesia menggelar kegiatan ini,” ujarnya.

Dijelaskan, Perpustakaan Proklamator Bung Karno merupakan pelaksana teknis Pepusnas RI.

Perpustakaan ini berada di Blitar dan merupakan Perpustakaan Kepresidenan yang diresmikan langsung oleh presiden Megawati Soekarno Putri pada 4 Juli 2004.

Perpustakaan Proklamator Bung Karno menyimpan berbagai koleksi buku, maupun non buku, di antaranya artefak dan koleksi digital.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Informasi dan Kerjasama Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar. Drs Agus Sutoyo M.Si mengatakan, internalisasi pemikiran Bung Karno ini merupakan program prioritas nasional.

“Di mana UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno punya tugas paling pokok, yaitu bagaimana menginternalisasi pemikiran Bung Karno,” jelasnya.

Ditambahkan,tujuan sebenarnya itu untuk mengingatkan kepada kaum millenial atau generasi muda untuk jangan melupakan sejarah adanya NKRI ituk arena adanya tokoh proklamator.

“Bukan hanya Bung Karno, Bung Hatta, tapi juga tokoh yang menyatukan NKRI. Jadi, jangan sampai generasi masa depan ini tidak tahu siapa pendiri NKRI,”pungkasnya.(ags)

Komentar

Berita Terkini