Kasus Sabu 1 Kg Dilimpahkan Ke Kejari Tanah Bumbu

Kajari Tanah Bumbu, M Hamdan langsung memeriksa berkas kasus tangkapan sabu.(Foto: Kejari Tanbu)

Kasus tangkapan sabu seberat 1 kilogram dengan ratusan pil ekstasi diungkap Jajaran Satuan Reserse narkotika, psikotropika, dan obat berbahaya (Satresnarkoba) Polres Tanah Bumbu akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu.

TANAH BUMBU, koranbanjar.net- Seperti diketahui, kasus dihadapi tersangka berinisial FH tersebut, saat ini tengah dalam proses tahap berikutnya, yakni  persidangan.

Nanti, kasus tangkapan sabu cukup lumayan besar ini langsung akan ditangani Kepala Kejaksaan Negeri Tanbu, M Hamdan didampingi beberapa jajarannya.

Mengenai kasus itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu, Andi Akbar Subari, membenarkan kasus sabu seberat 1 Kg dengan tersangka FH yang saat ini ialah merupakan tahanan dititipkan di Polres setempat.

“Benar kasusnya sudah P21. Jadi perkara ini akan langsung ditangani pak Kajari langsung,” ungkapnya, Jumat (21/5/2021).

Lebih detil ia menerangkan, berkas pelimpahan dan tersangka saat ini telah diserahkan dari Polres Tanbu ke Kejari mulai pada Selasa (18/5/2021) belum lama tadi.

Dikatakan, pelimpahan kasus narkotika terbilang cukup banyak, dan merupakan tangkapan paling besar di Tanbu dalam beberapa tahun terakhir ini langsung diterima, dan diperiksa oleh Kepala Kajaksaan Negeri Tanbu, M Hamdan.

Sebagai pengingat, FH diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Tanbu pada Kamis (12/2/2021) sekitar pukul 17.00 WITA di Gang Sabar Subur, Desa Baroqah, Kecamatan Simpang Empat Tanbu.

Saat digeledah, barang bukti ditemukan ada sebanyak 16 paket sabu dengan berat total 1.085,26 gram (1 kg) beserta ratusan pil ekstasi biji dan serbuk dengan berat 359,72 gram.

“Sesudah pelimpahan tahap II, maka tinggal menunggu jadwal persidangan yang akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tanbu,” tandasnya.(ags/sir)

 

Respon (1)

  1. Tolong..!! Kalu kasus narkoba hrs transparan..jgn spi opini masyarakat mengatakan para petugas ybrsangkutan selalu menyunat barang haram itu yg lebih dahulu.Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *