oleh

Kapolres Tapin: Curanmor Banyak Terjadi Faktor Kelalaian Pemilik

RANTAU, koranbanjar.net – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Tapin, rata-rata bukan dengan pemaksaan, melainkan akibat kelalaian pemilik.

Hal itu dituturkan Kapolres Tapin AKBP Eko Hadi Prayitno, saat menggelar press realease, Kamis (20/2/2020) pagi di halaman kantor Satreskrim Polres Tapin.

Bahkan, 2 pelaku yang sudah diamankan, ucap Kapolres Tapin, memanfaatkan kesempatan saat pemilik meninggalkan motornya, tanpa dicabut kunci kontak.

Pelaku ungkap dia, memang sengaja berburu motor yang ditinggalkan, tanpa dicabut kunci kontak.

“Karena kebiasaan masyarakat meninggalkan atau memarkirkan kendaraan, kunci kontak masih menggantung di stang maupun bawah jok. Sehingga pelaku yang hunting mencari peluang, dan melakukan aksi sangat mudah,” ungkapnya.

Hal itu ucap Eko Hadi, patut menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga mengimbau para petani mengunci ganda motor, saat diparkir dan ditinggalkan di sawah.

Hasil operasi Jaran Intan 2020 Polres Tapin, diamankan 6 tersangka. Lalu, 2 tersangka masih di Lapas Kabupaten Tanah Laut, dan Lapas Kandangan.

Kapolres Eko Hadi bersyukur, kasus curanmor di Tapin tergolong cukup kondusif.

“Merupakan capaian yang sangat baik, selama beberapa tahun ini. Saat operasi Jaran Intan ini ada beberapa terjadi, dan berhasil kita ungkap,” pungkasnya. (yat/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: