Baznas

Kapolda Sebut Tahanan Kabur hasil Kinerja yang Tidak Profesional

  • Bagikan

MARTAPURA – Mapolres Banjar menerima kunjungan Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Rachmad Mulyana, Rabu (17/01) di Mapolres Banjar, Kota Martapura.

Kunjungan tersebut yang disambut Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, Bupati Banjar H Khalilurrahman, Dandim 1006 Letkol Inf M Goffar N, Ketua DPRD Kabupaten Banjar H. Rusli, Ketua MUI Kabupaten Banjar KH.Fadlan Asy’a

Brigjen Pol. Rachmad Mulyana merasa terhormat, karena  Bupati Banjar yang merupakan ulama besar di tanah banua ini, berkenan mengalungkan sorban putih kepada dirinya.

“Saya merasa sangat terhormat,  Bupati yang juga ulama tersohot di banua kita,  beliau berkenan mengalungkan sorban ke saya,” ujar Rachmat.

Dalam kesempatan itu langsung tidak disia-siakan Kapolda Kalimantan Selatan, dia meminta do’a kepada bupati H Khalilurahman , untuk kelancaran dalam melaksanakan tugas.

Kunjungan kerja Kapolda Kalsel ini juga sekaligus meresmikan ruang Banjar Command Center (BCC) dan lonceng aplikasi pelayanan publik berbasis IT.

Peletakan batu pertama perluasan dan hibah pembangunan Musala An-Nur Polres Banjar, penandatanganan dan penyerahan hibah tanah serta pemberian penghargaan kepada masyarakat pemberi hibah.

Sementara Kapolda Kalimantan Selatan Brigjend Pol Rachmat Mulyana  dalam arahannya menyoroti beberapa kasus yang dapat menurunkan citra kepolisian RI.

Di antaranya permasalahan yang terbaru tentang kaburnya tahanan di Pengadilan Negeri Banjarbaru,  dia menilai dalam pengawalan tahanan itu sangat tidak profesional,  sehingga menyebabkan kaburnya tahanan yang mau disidangkan.

“Untuk mengingatkan ke seluruh kepolisian agar lebih profesional dalam melakukan tugas,  karena jika semuanya profesional,  maka kesalahan-kesalahan itu tidak terulang lagi” ujarnya.(sai)

  • Bagikan