oleh

KAMMI Tuntut KPU Kalsel Segera Selesaikan Santunan Petugas Pemilu yang Meninggal

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Bentuk belasungkawa terhadap puluhan petugas pemilu yang meninggal di Kalimantan Selatan pasca Pemilu 2019, puluhan anggota organisasi KAMMI Banjarmasin berdemonstrasi menuntut KPU agar sesegeranya memberikan santunan kepada keluarga korban.

Aksi tersebut dilakukan di Halaman Kantor KPU Kalsel, Senin (20/5/19) sore. Peserta aksi membawa bendera kuning dan bendera kematian warna hijau yang bertuliskan lafaz tauhid, dan menaburkan bunga.

Selain itu mereka juga menggelar tahlilan untuk “menghadiahi” pahala kepada almarhum korban petugas pemilu. Pada aksi tersebut dihadapi langsung oleh Ketua KPU Kalsel Sarmuji, beserta jajarannya. Mereka terlihat duduk bersama dengan massa menggelar ritual tahlilan.

Kordinator Lapangan (Korlap) KAMMI Banjarmasin Edoarrahman mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk berdukacita terhadap 21 korban petugas pemilu pasca pemilu 2019 di Kalsel.

“Kami melakukan pemasangan bendera kuning dan menyampaikan pernyataan sikap, dan mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya bagi korban maupun bagi keluarga korban yang ditinggalkan,” ujar Edoarrahman.

“Kemudian kami menuntut KPU agar tidak menganggap remeh tragedi kemanusiaan pasca Pemilu 2019 yang sudah menewaskan ratusan korban. Kami juga mengingkan pembenahan sistem pemilu secepatnya sesaat setelah pemerintahan baru hasil Pemilu 2019,” sambungnya lagi.

Tidak hanya itu, Edoarrahman juga meminta pemberian santunan pada keluarga korban agar sesegera mungkin direalisasikan, dan mengajak semua elemen lapisan masyarakat agar bersama-sama mengawal proses demokrasi ini agar berjalan dengan jujur dan adil.

Sementara Ketua KPU Kalsel Sarmuji, menanggapi terkait tuntutan dan masukan evaluasi KAMMI Banjarmasin ia menerima dengan baik dan siap memperbaiki problem pemilu mendatang.

“Jadi kami sependapat dengan KAMMI Banjarmasin, memang perlu perbaikan dan evaluasi tentang pemilu, antara eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, adanya perbaikan dari sistem merupakan sebuah keharusan dan tentu harus ada kesederhanaan dari penyelenggaran pemilu ke depannya.

Sarmuji mengungkapkan, petugas KPPS dalam pemungutan dan perhitungan surat suara sudah bekerja keras demi keberlangsungan pemilu yang lancar dan damai.

“Mereka bekerja full yang melibatkan fisik dan psikis untuk menyelesaikan kewajiban, dan semoga ini menjadi ladang amal pahala bagi mereka,” tutur Sarmuji.

Sarmuji menyampaikan rasa syukurnya terhadap para “pahlawan demokrasi” yang merupakan salah satu pilar kepemimpinan di Indonesia. “Dengan kewajiban yang mereka emban sehingga pemilu bisa berjalan secara lancar,” katanya.
Terkait santunan untuk keluarga korban, ia mengatakan pihak KPU RI sudah menyetujui. Namun hanya saja lanjutnya lagi, saat ini memang belum ada diserahkan karena belum selesai diverifikasi semuanya.

“Untuk kematian per-orang akan dapat 36 juta, untuk yang cacat permanen 30 juta, cacat biasa 18 juta, dan untuk perawatan 8 juta,” pungkasnya. (ags/dra).

Komentar

Berita Terkini