Berita UtamaKalimantan SelatanKota Banjarbaru

Kalau Kabut Asap masih Terjadi hingga Presiden Jokowi Datang Gimana ya?

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Rencana kedatangan Presiden RI, Joko Widodo pada perhelatan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018 yang akan dilaksanakan di dua titik, yakni di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola, dan di kawasan perkantoran Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, pada pertengahan bulan Oktober 2018 nanti, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan semakin bekerja keras dalam menangani kabut asap yang timbul akibat kebakaran dan hutan (karhutla) di Kalsel.

Diutarakan Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin, agar kabut asap dapat ditekan hingga kedatangan Presiden Jokowi ke Kalsel nanti, maka pihaknya merencanakan akan melakukan dua program.

“Pertama melakukan pemadaman gabungan di area yang berdekatan dengan Bandara Syamsudin Noor, yaitu Guntung Damar di Banjarbaru. Kedua, akan memberdayakan 100 orang anggota satgas khusus karhutla yang sudah dibentuk oleh TNI dan Polri,” jelas Wahyudin kepada koranbanjar.net, saat ditemui di kantornya, Jumat (5/10) siang tadi.

Meski begitu, diakui Wahyudin, hingga kini masih saja bermunculan titik-titik api baru dalam jumlah banyak hingga malam hari.

“Jadi satgas khusus karhutla tadi, difokuskan bekerja untuk memadamkan api yang ada di Guntung Damar dan sekitarnya. Kemarin saja habis-habisan untuk menjaga, namun spot-spot baru semakin banyak, sampai malam,” katanya.

Menurut Ujud, sapaan akrab Wahyudin, hal ini disebabkan karena wilayah yang terbakar itu merupakan wilayah yang hampir seluruhnya gambut, kemudian ditambah dengan lokasi yang semakin dalam, sehingga sulit untuk dijangkau oleh satgas.

“Sebenarnya berat juga memedamkan api pada tanah gambut ini, kami sudah dua bulan memadamkan api di kawasan Guntung Damar, tapi karena sudah terlanjur terbakar, jadi tidak bisa dipadamkan lagi. Kami hanya bisa melakukan pembasah saja agar asap bisa terkendali, kalau memadamkannya sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.

Begitu juga dengan sejumlah helikopter water boombing yang didatangkan dari BNPB Pusat, Ujud mengatakan, sudah tidak bisa lagi banyak membantu memadamkan api melalui udara karena tekstur tanah gambut yang sangat sulit dipadamkan.

“Heli dari pusat sudah didatangkan 7 buah, ditambah 1 heli patroli. Jadi total heli yang berada di Bandara Syamsudin Noor sudah 8 buah. Itu tidak bisa ditambah lagi, karena lokasi parkir di bandara sudah tidak muat lagi,” ucapnya. (maf/dny)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close