Kadisdikbud Catat Kepsek yang Sekolahnya Melaksanakan Perpisahan Mewah

oleh -142 views
Kadisdikbud Kalsel Yusuf Effendi, saat bersiap melepas peserta jalan santai, Daha Utara, HSS, Minggu (31/3/2019). (foto: yat/koranbanjar.net)

DAHA UTARA, KORANBANJAR.NET – Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya  (Kadisdikbud) Kalsel, Yusuf Effendi mengatakan, surat edaran Disdikbud Kalsel tentang imbauan agar perpisahan siswa tidak digelar secara mewah merupakan tindakan pemerintah untuk menyikapi keluhan berbagai pihak yang keberatan dengan perpisahan dilaksanakan di tempat mewah.

Yusuf mengatakan informasi tentang keluhan orang tua siswa tersebut ia dapatkan baik dari media, anggota DPRD maupun komite sekolah.

“Maka kita membuat surat edaran dan kita garis bawahi bahwa sekolah diharapkan menggelar acara pelepasan kelas dua belas di tempat-tempat yang sederhana, utamanya diusahakan di lingkungan sekolah,” katanya kepada koranbanjar.net, di halaman Kantor Camat Daha Utara, usai mengikuti acara Jalan Sehat se Daha, Minggu (31/3/2019).

Dia menekankan, perpisahan siswa yang digelar di lingkungan sekolah bisa menimbulkan sense of belonging atau rasa memiliki terhadap sekolahnya.

“Itu yang coba kita tanamkan agar semakin kental ikatan secara psikologis terhadap sekolah,” tuturnya.

Disinggung mengenai tolak ukur perpisahan siswa yang diadakan secara mewah, Yusuf menjelaskan analisanya bisa dilihat dari laporan orang tua yang merasa terbebani.

“Jadi kalau orang tua belum menyatakan sikap, istilahnya orang tuanya setuju saja. Berarti itu tidak ada masalah,” ujarnya.

Meskipun belum ada sanksi tegas terhadap sekolah yang melaksanakan perpisahan siswa secara mewah, namun Yusuf menyatakan, kepala sekolah yang bersangkutan akan menjadi catatan bagi pihaknya.

“Akan menjadi catatan bagi kami bahwa kepala sekolah selaku pemimpin sekolah belum mampu mengendalikan sekolahnya,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Kepala SMAN 2 Kandangan, Sarjana, beranggapan surat edaran Disdikbud Kalsel yang sudah ia terima tersebut hanya untuk di kota besar saja.

Hal itu, kata Sarjana, karena di Kandangan tidak ada hotel berbintang.

“Selama saya menjadi kepala sekolah di Kandangan, saya tidak pernah mendapati keluhan dari orang tua siswa,” katanya.

Guru Bimbingan Konseling SMKN 1 Barabai, Nor Fitriyah. (foto: Nor Fitriyah untuk koranbanjar.net)

Sementara di SMKN 1 Barabai, meskipun salah seorang guru bimbingan konselingnya, Nor Fitriyah, juga mengaku telah menerima surat edaran Disdikbud Kalsel, namun SMKN 1 Barabai sebelumnya sempat merencanakan acara perpisahan sekolah tahun ini di salah satu gedung di Kota Barabai.

Walaupun akhirnya batal, namun Fitriyah mengungkapkan pembatalan acara perpisahan siswa di gedung tersebut bukan karena surat edaran Disdikbud Kalsel, melainkan karena telah dipakai KPU HST untuk penyimpanan logistik pemilu.

“Jadinya tahun ini kami hanya melaksanakan perpisahan di sekolah saja,” ungkapnya.

Mengenai pilihan pelaksanaan acara perpisahan, dijelaskan Fitriyah, pihaknya tetap menyerahkan kepada para siswa.

“Beberapa bulan lalu sudah dirapatkan dengan perwakilan kelas 12 bersama pengurus OSIS serta dewan guru SMKN 1 Barabai. Jadi kalau mau sederhana atau mewah itu terserah mereka (kelas 12), yang jadi panitia pun kami sebagai dewan guru menunjuk OSIS . Dewan guru hanya ikut membantu sedikit-sedikit,” jelas Fitriyah.

Saat ditanya berapa anggaran biaya perpisahan siswa yang akan dilaksanakan, Fitriyah tak ingin membeberkannya. Dia beralasan hal itu merupakan privasi sekolahnya.

Yang jelas, kata Fitriyah, hingga saa ini pihaknya tak pernah mendengar keluhan ataupun protes dari orang tua siswa SMKN 1 Barabai karena merasa terbebani biaya perpisahan siswa.

Rencananya, SMKN 1 Barabai akan mengadakan acara perpisahan sekaligus pengukuhan siswa kelas 12 di lapangan utama SMKN 1 Barabai, 4 Mei mendatang, dengan dimeriahkan pedangdut jebolan Dangdut Academy Indosiar, Sona Barabai, yang merupakan salah satu alumni SMKN 1 Barabai tahun 2013. (yat/mdr/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan