oleh

Kabid Konsumsi Pangan Provinsi Kalsel; Masyarakat Kalsel Konsumsi Beras Masih di Atas 100%

BANJARBARU, koranbanjar.net – Wakil Ketua I TP PKK  Kota Banjarbaru Hj Eny Apriyati Jaya, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarbaru Syarifah Mariatul Said Abdullah, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimtek Pangan B2SA di Posyandu Tahun 2019.

Kegiatan yang bertempat di Sekretariat TP PKK, Jl Taman Gembira Barat, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan Banjarbaru, Senin (18/11/2019) ini, dihadiri oleh, Kader Pangan posyandu se Banjarbaru serta undangan lainnya.

Kabid Konsumsi Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Hj Rolena Kinawati, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Bimtek Pangan B2SA ini dilaksanakan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa di Kalsel konsumsi beras masih di atas 100%.

“Melalui Bimtek Pangan B2SA ini, dapat memberikan pengetahuan tentang pola makan sehat. Karena kita di Kalsel ini kalau belum makan nasi, ya belum makan,” ujarnya dengan senyum ringan.

Eny menyampaikan, tujuan utama konsumsi pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), untuk meningkatkan kesadaran dan membudayakan pola konsumsi pangan B2SA tersebut, untuk hidup sehat, aktif, dan produktif kepada masyarakat.

“B2SA ini, bila dikonsumsi dalam jumlah seimbang, dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dan tidak tercemar bahan berbahaya yang merugikan kesehatan,” terangnya.

Dirinya melanjutkan, beras masih mendominasi dalam pola konsumsi pangan masyarakat, “karena jika belum makan nasi belum makan, padahal makanan lain sudah dimakan misalnya kue, mie ataupun makan bakso,” ujarnya.

Eny kembali menegaskan, melalui konsumsi pangan B2SA juga dapat mencegah stunting. Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang dapat terjadi pada anak.

“Stunting pada anak dapat dicegah sejak masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun, dengan mencukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat dan rutin melakukan pemeriksaan kandungan,” tutupnya. (mj-27/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: