Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia, Roehana Koeddoes Jadi Google Doodle

  • Bagikan
Profil Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia Jadi Google Doodle - Roehana Koeddoes.(Wikipedia)
Profil Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia Jadi Google Doodle - Roehana Koeddoes.(Wikipedia)

Jurnalis perempuan pertama di Indonesia, Roehana Koeddoes terpampang di Google Doodle pada Senin, 8 November 2021. Hal ini membuat profil Roehana Koeddoes dicari-cari publik. Siapa sebetulnya Roehana Koeddoes?

JAKARTA, koranbanjar.net – Roehana Koeddoes adalah sosok jurnalis perempuan pertama di Indonesia yang dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi pada 7 November 2019 di Istana Negara yang diwakilkan sang cucu, Janeyd. Publik dibuat cukup penasaran dengan profil Roehana Koeddoes.

Roehana Koeddoes adalah kakak tiri dari Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia pertama. Ia juga bibi dari Chairil Anwar, penyair legendaris Indonesia.

Keluarga Roehana Koeddoes bisa dibilang dipenuhi dengan banyak tokoh penting. Sebab, dirinya juga merupakan sepupu dari H Agus Salim yang hidup pada zaman yang sama dengan Kartini, ketika akses perempuan untuk mendapatkan pendidikan dibatasi.

Berikut ini rangkuman profil Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia di Google Doodle yang menarik untuk disimak.

Biodata Roehana Koeddoes

Nama lengkap: Roehana Koeddoes

Nama EBI: Ruhana Kuddus

Tempat lahir: Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat

Tanggal lahir: 20 Desember 1884

Meninggal: 17 Agustus 1972 (umur 88 tahun)

Suami: Abdoel Koeddoes

Orang tua: Mohamad Rasjad Maharadja Soetan (ayah) dan Kiam (ibu)

Saudara: Soetan Noeralamsjah Soetan Sjahrir (adik tiri), Agoes Salim (sepupu), Chairil Anwar (keponakan).

Berikut ini ada rangkuman fakta menarik dari Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia yang wajahnya menjadi Google Doodle.

Terpampang di Google
Terpampang di Google

Awal Karier Roehana Koeddoes

Roehana Koeddoes tidak bisa mendapatkan pendidikan secara formal. Namun dirinya rajin belajar dengan ayahnya, seorang pegawai pemerintah Belanda yang selalu membawakan bahan bacaan dari kantor.

Roehana Koeddoes gemar membaca majalah terbitan Belanda. Majalah itu memuat berbagai macam berita politik, gaya hidup, dan juga pendidikan di Eropa. Hobi membaca majalah ini berlangsung saat sang ayah ditugaskan ke Alahan Panjang.

Pada 11 Februari 1911, Roehana Koeddoes berhasil mendirikan sebuah Sekolah Kerajinan Amai Setia yang diakui oleh pemerintah Hindia Belanda pada 13 Januari 1915. Sekolah Kerajinan Amai Setia tersebut mengajarkan berbagai keterampilan untuk perempuan, seperti mengelola keuangan, tulis-baca, budi pekerti, pendidikan agama dan Bahasa Belanda.

Namun pada 22 Oktober 1916, seorang muridnya menjatuhkannya dari jabatan Direktris dan Penningmeester karena tuduhan penyelewengan penggunaan keuangan. Roehana Koeddoes lalu mengajar di sekolah Dharma Putra yang isinya tidak hanya perempuan tetapi ada juga laki-laki.

Roehana Koeddoes pernah menerima sebuah penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia 1974 pada Hari Pers Nasional ke-3. Kemudian pada 9 Februari 1987, Menteri Penerangan Harmoko menganugerahi Roehana sebagai Perintis Pers Indonesia.

Selain itu, dirinya juga dianugerahi Bintang Jasa Utama pada 6 November 2007 oleh pemerintah Indonesia.

Itulah ulasan singkat seputar profil Roehana Koeddoes, seorang jurnalis perempuan pertama Indonesia yang menjadi Google Doodle pada hari Senin, 8 November 2021 yang menarik untuk diketahui.(koranbanjar.net)

Sumber: Suara.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *