MTQ Nasional Kalsel
Tak Berkategori  

Jual Bunga Sepi, Pengrajin Bikin Hand Sanitizer Beraroma Melati

Menjual bunga di tengah pandemi corona seperti sekarang teramat sepi, namun tidak membuat pengrajin sekaligus pedagang bunga berdiam diri. Pandemi corona yang menyebabkan dagangan bunga susah dijual, membuat mereka kreatif membikin hand sanitizer beraroma aneka bunga.

MARTAPURA, koranbanjar.net – Pandemi corona sempat membuat pedagang bunga atau kembang di Desa Jingah Habang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, berkeluh kesah. Karena tempat-tempat lokasi pemakaman ditutup, untuk menghindari kerumunan. Penutupan tempat-tempat makam tersebut tentu saja berdampak terhadap aktivitas mereka berjualan bunga.

Namun belakangan kesulitan para penghasil bunga di desa tersebut tampaknya sudah mulai ringan. Pasalnya, penghasil bunga bekerjasama dengan instansi terkait telah memunculkan ide kreatif, membuat hand sanitizer atau pembersih tangan yang beraneka aroma bunga. Ada aroma melati, mawar dan kenanga.

Hand sanitizer
Hand Sanitizer

Hasil kreatifitas para penghasil bunga tersebut pun sudah mulai dirasakan para pembeli. Seperti yang dirasakan Stia, warga Sungai Ulin Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Belum lama tadi dia membeli hand sanitizier produksi penghasil bunga dari Desa Jingah Habang, Martapura.

“Kami membeli dari Desa Jingan Habang, Martapura. Di sana ada pengrajin bernama Acil Ana, Acil Enor, pak Saukani dan pak Andon.  Ada dua pilihan kemasan hand sanitizer, ada yang berat 60 mili dan ada yang 100 mili. Kalau yang 60 mili seharga Rp25.000, sedangkan yang 100 mili seharga Rp30.000,”ungkapnya.

Stia menambahkan, informasi dari penghasil bunga tersebut, mereka mampu menjual hand sanitizer hingga sebanyak 50 botol per hari. “Bersamaan dengan kami saat berada di sana, pihak Pemda juga memborong sebanyak 50 botol. Kalau melihat kemasan botol, penghasil bunga merupakan binaan dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar,” pungkasnya.(sir)