BNN

Jembatan Penghubung Banjar-Banjarmasin 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi Total

  • Bagikan

Sekitar 20 tahun, jembatan penghubung antara Desa Handil Baru Kabupaten Banjar dengan Kotamadya Banjarmasin ini belum pernah direnovasi secara total dari pemerintah daerah.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Pantauan media ini langsung di lokasi, Selasa (4/5/2021), bagian lantai jembatan banyak yang berlubang, meski keseluruhan bagian badan dan pagar pembatas jembatan terdiri dari bahan kayu ulin, namun seiring waktu tampak mulai lapuk. Bahkan ada beberapa besi pengikat kontruksi yang hilang.

Salah satu warga setempat yang tidak ingin disebut namanya, tinggal di dekat jembatan mengungkpakan, dia sering khawatir ketika hendak menaiki jembatan yang panjangnya kurang lebih 100 meter itu.

“Karena selain terlalu curam, tinggi dan takut tergelincir, sebab kadang licin sehabis hujan, selain itu bergoyang dan banyak lantainya berlubang,” ungkapnya.

Begitu pula warga Desa Handil Baru, Rifah. Dia sebagai pedagang merasa khawatir, ketika melintasi jembatan itu menuju Kota Banjarmasin untuk membeli barang dagangan. Karena jembatan itu satu-satunya jalur yang dekat menuju Banjarmasin.

“Kalau mau naik jembatan, terpaksa barang dagangan diturunkan dulu sebagian agar bebannya ringan dan mudah naik untuk melewati jembatan,” tuturnya.

Dia menyampaikan, pengendara sering jatuh ketika ingin melintas jembatan, kadang ibu-ibu, juga ada oarang tua dan remaja.

“Sebabnya selain sangat tinggi, juga tidak dapat memantau dari jauh kondisi papan jembatan, kalau tidak hati-hati bisa jatuh dan itu sering terjadi,” bebernya.

Dia berharap pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Banjar agar segera dapat mengganti jembatan ini.

“Kami berharap supaya minta diganti saja menjadi jembatan beton, biar tidak bongkar pasang kayu lagi, pokoknya setiap tahun selalu dilakukan perbaikan, kalau diganti yang permanen, insya Allah pasti masyarakat lebih nyaman dan mudah melakukan aktivitas,” harapnya.

Diketahui, jembatan tersebut merupakan akses jalan masyarakat Kabupaten Banjar, seperti Handil Baru, Kuin Kecil, Kuin Besar, Aluh Aluh Kecil, serta Podok.

“Jadi jembatan ini sangat dibutuhkan, hampir semua masyarakat dari berbagai desa di Kabupaten Banjar melewati jembatan untuk menuju Kota Banjarmasin,” terangnya.

Sementara ketika jurnalis mengkonfirmasi kepada Sekretaris Desa atau pembakal desa setempat, yang bersangkutan tidak ada di tempat.(yon/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − four =