HUT KORPRI

Jembatan Antar Kabupaten Batola-Banjar Sudah Tidak Layak Digunakan, Satu Tiang Roboh

  • Bagikan
Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Batola dan Banjar ini sudah sangat memprihatinkan. (foto: faqih/koranbanjar.net)
Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Batola dan Banjar ini sudah sangat memprihatinkan. (foto: faqih/koranbanjar.net)

Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Batola dengan Kabupaten Banjar di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan ini sepertinya sudah tidak layak digunakan. Pasalnya, kondisi jembatan ini sudah sangat memprihatinkan, dan berbahaya dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

BATOLA, koranbanjar.net – Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Tajau Landung, Kabupaten Banjar dengan Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.

Jembatan termasuk jalan pintas menuju atau sebaliknya dari Barabai, Kandangan, Rantau dan Marabahan, menuju Martapura Kabupaten Banjar. Juga jalan pintas bagi yang ingin menuju ke hulu sungai.

Kondisi Jembatan penghubung Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar ini terbilang sangat buruk dan sangat berbahaya, karena pagar yang ada di samping jembatan sudah tidak ada lagi. Perbaikan darurat untuk jembatan ini pun hanya dengan peralatan seadanya yaitu, bermodalkan kayu galam dan rantai kendaraan saja.

Jembatan itu rusak karena banyaknya truk kosong yang lewat di jalan itu, karena ada proyek di daerah Jejangkit. Tidak hanya itu, jembatan juga rusak karena pikap yang mengangkut padi, ungkap warga di sana.

Jembatan penghubung Desa Jejangkit dan Tajau Landung di Kalimantan Selatan. (foto: faqih/koranbanjar.net)
Jembatan penghubung Desa Jejangkit dan Tajau Landung di Kalimantan Selatan. (foto: faqih/koranbanjar.net)

Kata salah satu warga di sana, Norhayati (60), “jembatan itu rusak kurang lebih sekitar 8 bulan yang lalu, sedangkan pengendara yang melewati jalan situ tidak pernah berkurang,” Senin, (14/06/2021).

Hal senada dikemukakan Marliani (50), “kondisi jembatan itu sebetulnya sudah tak layak pakai, karena banyaknya lubang yang ada di tengah jembatan, dulu sekitar 3 bulan yang lalu pernah ada korban yang terjatuh dari jembatan itu, karena salah satu tiang jembatan ambruk”.

Salah satu relawan yang pernah memperbaiki jembatan itu, Lesa (52) mengatakan, jembatan itu sudah lebih dari 2 kali diperbaiki warga setempat, dengan meminta sumbangan dari pengendara yang lewat. Adapula bantuan dana yang diberikan Camat Jejangkit untuk perbaikan.

“Saya berharap jembatan itu diganti saja dengan jembatan beton,” ungkapnya.

Warga dan pengendara yang sering melewati jalan itu sangat berharap jembatan cepat diperbaiki.(mj-40/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *