Baznas

Investor Batalkan Investasi di Kotabaru Gegara Anggap Regulasinya Ribet

  • Bagikan
Ilustrasi penurunan PAD. (Sumber foto: Ist)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menurunkan target pendapatan daerah (PAD). Tahun 2021 target PAD sebesar Rp 129 miliar, diturunkan menjadi Rp 126 miliar di tahun 2022.

KOTABARU, koranbanjar.net – Turunnya angka PAD tersebut berkaitan terhadap rencana kerja anggaran pendapatan daerah.

Tahun 2021, APBD Kotabaru sebesar Rp 1,573 triliun sedangkan tahun 2022 hanya Rp 1,559 triliun. Berkurangnya PAD di beberapa sektor antara lain pajak restoran dan beberapa sektor lainnya.

BACA:  Masyarakat Kotabaru Dapat Ratusan Minyak Goreng Gratis

Kepala Bapenda Kotabaru, Hairul Aswandi mengatakan, target rencana kerja pendapatan daerah tahun 2022 turun dibanding tahun 2021. Turunnya target imbas dari pandemi Covid-19, diantaranya pajak perhotelan.

“Dalam kondisi sekarang, sektor yang bisa menaikan PAD adalah mengundang investor masuk ke Kotabaru seperti investasi properti (perumahan),” ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Sebelumnya, sudah ada investor properti yang ingin masuk tapi dibatalkan gegara regulasi yang dianggap ribet.

“Besarnya pajak telah diterapkan pemerintah daerah melalui SKPD terkait. Pajak 40 persen (dianggap) terlalu tinggi dan mereka (investor) bilang kalau 40 persen, perusahaan tidak untung lagi. Sehingga, mereka memilih ke Tanah Bumbu dan Tanah Laut yang hanya 20 persen,” ungkapnya.

BACA:  Seluruh Karyawan PT Indocement Ikut Vaksinasi

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis menerangkan, ini akan menjadi atensi terkait regulasi yang dapat menghambat masuknya investor ke Kotabaru. “Jadi, kesimpulannya persoalan regulasi saja,” pungkas Syairi.(cah/ykw)

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *