Ini Penyebab Bripka Pajar Baru Ditemukan selama 2 Hari

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET- Setibanya di rumah duka Komplek Sa’adah 1, Sungai Paring, Martapura,  jenazah Bripka Pajar Purnomo (35),  langsung disambut isak tangis oleh keluarga. Derai air mata duka pun tak terbendung sesaat jenazah diturunkan dari unit ambulan.

Sementara Kapolres Banjar Takdir Mata Nette mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban. Takdir juga menyebut Bripka Fajar ini adalah pahlawan karena berusaha menyelamatkan anak dan istrinya.

“Bripka Fajar ini adalah pahlawan, waktu bepergian kurang lebih 30 orang satu kapal, dan saat itu anaknya terjatuh ke air, istrinya pun berupaya menolong dengan menyebur dan kemudian almarhum juga ikut menyebur untuk menyelamatkan keduanya. Beruntung anak istrinya selamat namun Bripka Fajar tidak tertolong,”katanya.

Proses pencarian tubuh korban selama 3 hari 2 malam itu terkendala dengan kondisi waduk Riam Kanan pada saat penyelam mencari di dalam air jarak pandang hanya 30 centimeter.

“Kita bersama tim selama 3 hari dua malam di lokasi kejadian untuk mencari korban, memang kondisi di waduk Riam Kanan itu di bawah airnya sangat gelap, sehingga menyulitkan penyelam untuk mencari tubuh korban, dan untuk lokasi ditemukan korban hanya berjarak tidak jauh dari lokasi jatuhnya korban,” ujar dia.

Dia juga menambahkan, untuk prosesi pemakaman, sepenuhnya diserahkan ke pihak keluarga korban, kemungkinan akan dilakukan sore atau malam hari karena masih menunggu keluarga yang ada di Semarang datang.

“Untuk pemakaman kita serahkan ke pihak keluarga, kemungkinan besar nanti malam pelaksanaannya,”ucapnya

Dari informasi yang dihimpun koranbanjar.net almarhum Fajar akan  dimakamkan di  tempat pemakaman umum (TPU)  Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan. Sebelumnya jenazah akan di sholatkan di Masjid Syairussholihin Martapura. Dan untuk tim yang mencari korban di waduk Riam Kanan adalah Polres, Basarnas, BPBD, Brimob dan warga setempat. (sai/sir)