BNN

Ini Bacaan Doa Setelah Salat Tahajud

  • Bagikan
Ilustrasi berdoa, shalat, ibadah. [Shutterstock]
Ilustrasi berdoa, shalat, ibadah. [Shutterstock]

Salat tahajud termasuk ibadah yang paling dianjurkan bagi umat muslim. Pelaksanaannya sepertiga malam. Disebutkan waktu salat itu menjadi waktu yang baik untuk berdoa.

Koranbanjar.net – Bacaan doa setelah salat tahajud tidak hanya beruba dzikir biasa. Simak bacaan salat tahajud berikut ini.Menyadur dari Suara.com, perintah salat tahajud juga tercantum dalam Al-Quran surat Al-Isra (17) Ayat 79. Dalam ayat tersebut disebutkan jika pada sebagian malam agar melaksanakan salat tahajud.”Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Q.S. Al-Isra 17:79).

Membaca doa setelah shalat tahajud merupakan hal yang dianjurkan karena waktu tersebut, ialah waktu yang baik untuk berdoa. Adapun, doa setelah shalat tahajud diriwayatkan oleh Abu Umamah bertanya kepada Rasulullah SAW.

Dari Abu Umamah ia berkata; “Rasulullah shallallahu wa`alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib.” (HR. Tirmidzi) [No. 3499 Maktabatu Al Ma`arif Riyadh] Hasan,”

Berikut adalah bacaan latin doa setelah sholat tahajud yang dapat dikerjakan oleh setiap umat muslim setelah melaksanaan salat tahajud.

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun.”

Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.” (suara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − sixteen =