Hilang Saat Main Layang-Layang, Iky Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Sungai

Iky, korban tenggelam di Sungai Kelayan B Haur Kuning Banjarmasin, kondisi meninggal dunia, Rabu (30/11/2022). (Foto: Leon/Koranbanjar.net)
Iky, korban tenggelam di Sungai Kelayan B Haur Kuning Banjarmasin, kondisi meninggal dunia, Rabu (30/11/2022). (Foto: Leon/Koranbanjar.net)

Hilang saat main layang-layang bersama dua temannya, Iky bocah 6 tahun ditemukan tak bernyawa mengapung di sungai.

BANJARMASIN, koranbanjar.net Anak pasangan dari Zulkifli (42) dan Helda Rianti (39) ini ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengapung di Sungai Kelayan B Haur Kuning Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (30/11/2022) sekitar pukul 11.00 Wita pagi.

Nenek korban, Nuriana saat ditemui di rumahnya di Gang Kurnia, RT 2 Kelayan B, kepada media ini menuturkan, pada hari Selasa pagi, ada tetangga melihat terakhir kali, kalau cucunya ini sedang bermain layang-layang bersama dua temannya.

“Sebelumnya cucu saya masih berada di tempat orang tuanya tak jauh dari rumah saya,” ucap Nuriana.

Pada jam 12 siang, Nuriana mengaku perasaannya tidak tenang, selalu memikirkan cucunya.

“Terus saya pulang dari pasar karena saya bekerja di pasar membantu memarut kelapa,” ujarnya.

Nuriana tergesa-gesa pulang dari pasar hanya ingin melihat keberadaan cucunya.

“Saya tanya ayahnya, apakah Iky ada, kata ayahnya ada, saya mulai tenang,” ucapnya.

Kemudian sekitar jam 3 sore, dirinya kembali ingin mengetahui keadaan cucunya.

“Saya menyuruh kakaknya, saya bilang coba lihat adik apakah ada di rumah ayah,” tutur Nuriana lagi.

Ternyata almarhum Iky tidak berada di rumah ayahnya.

Namun Nuriana masih bersikap tenang, dalam hatinya berkata paling lagi main sama temannya.

Hari semakin sore, Iky tidak juga kembali ke rumah orang tuanya. Nuriana mulai khawatir, resah dan ada perasaan tidak enak di hati.

Lalu ibunya almarhum Iky, Helda Rianti pulang dari pekerjaannya.

“Kemudian ia langsung mencari anaknya, lalu saya bilang coba tanya ayahnya disana,” beber Nuriana.

Alhasil, cucu kesayangannya yang rencananya tahun 2023 didaftarkan masuk sekolah SD ini, masih juga belum tampak batang hidungnya.

“Ayahnya pun tidak berada di rumah karena mencari Iky,” katanya.

Maka keluarga sepakat untuk meminta bantuan relawan emergency untuk menyebarkan kehilangan bocah yang memiliki wajah tampan itu.

“Kami minta bantuan emergency menyebarkan pemberitahuan melalui media sosial, agar anak kami cepat ditemukan,” ucapnya.

Sampai hari Rabu pagi, Iky masih belum pulang. Sementara orang-orang yang menyayanginya dilanda kegelisahan, keresahan dan ketakutan, jika terjadi apa-apa pada bocah lincah ini.

Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk melaporkannya ke pihak berwajib.

“Pokoknya malam itu kami semua resah, tidur tak karuan rasa, makan tidak tenang, bahkan ayahnya tak makan sama sekali,” cerita Nuriana.

Tiba-tiba terdengar kehebohan warga Kelayan B Haur Kuning, ditemukan mayat anak kecil mengapung di sungai.

Awalnya Nuriana tidak menanggapi kabar itu. Dirinya bersama keluarga yang lain masih terus berusaha menelusuri keberadaan korban.

“Lalu pamannya bernama Amat menemui saya memaksa melihat mayat anak-anak mengapung di sungai itu,” ucapnya.

Merasa penasaran, akhirnya Nuriana bergegas beranjak ingin melihat anak siapa yang ditemukan meninggal dunia di sungai itu.

“Setelah saya buka kain penutup wajah anak itu, ternyata cucu saya, seketika saya ingin pingsan dan berzikir tak dapat lagi bersuara hanya menangis,” tuturnya.

Mendengar kabar tersebut, sang ayah yang belum pulang karena mencari keberadaan anaknya, tak dapat lagi berdiri.

“Saya diantar ojek, saya tidak dapat lagi berdiri, setelah mendengar kabar anak saya ditemukan meinggal dunia di sungai,” ungkap Zulkifli sembari menitikkan air mata.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Namun Nuriana mengaku, dari aparat kepolisian dari Polair Polresta Banjarmasin sudah ada menemuinya. (yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *