Haul ke 21 Dari Murid Guru Sekumpul, KH M Herman Hasyim; Sekitar Kubah dan Rumah Penduduk Dipadati Ribuan Jemaah

  • Bagikan
Para habaib dan ulama bersama jemaah haul ke 21 KH Muhammad Herman Hasyim di Pengaron, Minggu (21/11/2021). (Foto: iday/koranbanjar.net)

Nama ulama KH M Herman Hasyim cukup ternama bagi warga Kabupaten Banjar dan Tapin. Hari ini (21/11/2021) di kubah Desa Pengaron Kecamatan Pengaron dilaksanakan haul memperingati 21 tahun wafatnya, yang tetap seperti tahun sebelum dan saat pandemi covid-19 kembali dipenuhi ribuan jemaah memadati sekitar kubah dan rumah penduduk setempat.

HAIRIYADI, Pengaron

MURID KH Muhammad Zaini Ghani (Guru Sekumpul) ini dilahirkan tahun 1926 dan wafat 5 Juli 2001 dalam usia 75 tahun.

Namanya cukup dikenal luas di kalangan warga Kabupaten Banjar terutama Kecamatan Pengaron, Mataraman, Simpang Empat, Sungai Pinang, Cintapuri Darussalam, Sambung Makmur, Martapura, maupun Binuang Kabupaten Tapin dan daerah lainnya.

Nampak hadir dalam acara haulan ulama yang pernah kerja di Departemen Agama bersama (almarhum) KH Badarudin dan (almarhum) KH Rosyad, ini deretan habaib dan ulama.

Diantaranya Habib Fahmi al Ba’bud, Habib Muksin al Idrus, Habib Abubakar al Ba’bud, KH Jafar, KH Rafiie dan lain-lain.

Juga Wabup Banjar Said Idrus al Habsyie dan Pimpinan Ponpes Darussalam KH Hasanudin, beserta Muspika Pengaron.

Ribuan jemaah ini memadati puluhan tenda sekitar kubah untuk jamaah laki-laki, di rumah dan teras rumah untuk jemaah perempuan. Bahkan tanah kosong dan areal perkebunan karet setempat tidak luput dari kehadiran jemaah.

KH Muhammad Herman Hasyim merupakan alumni Ponpes Darussalam dan termasuk 10 murid pertama Guru Sekumpul, sejak pengajian di Kelurahan Keraton Martapura.

Habib Fahmi dalam tausiyah mengingatkan, bahwa setiap kampung selalu ada wali. Namun, keberadaannya disembunyikan Allah SWT.

Memegang amanah menjadi ulama dan wali bukan hal mudah dan gampang, selain orang beriman dan pewaris Nabi Muhammad SAW, maka segala permasalahan umat turut memikirkan.

“Ulama atau wali itu menyandang, pahamlah menyandang, tidak gampang jadi tuan guru,” ucapnya.

Setiap orang sebut Habib Fahmi pasti punya masalah. Hiburannya adalah bawa tafakur, merenung, silaturahmi. Penyelesaianya dengan iman dan takwa, perbanyak sedekah.

Pesan yang terkandung dari haul ulama, ungkap dia, hidup itu mesti memakai syariat dan hakekat.

“Jadilah orang yang rajin ibadah, mengaji ilmu dan mengamalkan, juga selalu bersikap tawadu,” tutupnya.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *