HATI-HATI, di Kabupaten Banjar Beredar Tabung Gas Melon Palsu

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Beredar tabung elpiji ukuran tiga kilogram yang diduga palsu di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Hal itu diungkapkan salah satu pedagang di wilayah Sungai Tabuk, Selasa (21/5/2019).

Meski yang ditemukannya belum banyak, namun hal ini bisa dibilang dapat meresahkan masyarakat. Pria 24 tahun yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan, sebelumnya sudah mendapatkan satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 Kg palsu dari konsumen.

Agar pembeli tidak lagi tertipu dengan tabung palus atau oplosan, ia pun berinisiatif memajang di warungnya untuk memberitahukan kepada masyarakat. Selain itu ia juga memposting di story WatsApp terkait temuan tabung melon paslu itu.

HATI-HATI, di Kabupaten Banjar Beredar Tabung Gas Melon Palsu
Foto capture dari story WatsApp narasumber yang memposting contoh tabung gas elpiji 3 Kg palsu.

“Di rumah satu biji ada contohnya jadi pajangan di muka warung supaya orang tahu dan tidak tertipu. Tadi ada lagi tetangga di Sungai Tabuk mau membeli tabung gas ke tempat saya, namun setelah dilihat-lihat ternyata yang dibawanya itu paslu,” ungkapnya.

Ia menceritakan, konsumen yang membawa tabung yang diduga palsu itu didapat dari tempat lain. Rendi menolak menerima tabung gas palsu itu dikarenakan pihak Pertamina tidak mau menerima pengisian ulang.

Ia kemudian menjelaskan ciri-ciri tabung gas 3 Kg yang palsu. “Warna hijaunya beda seperti lebih tua, kemudian kalau dikikis dengan kuku akan catnya terkupas, serta isinya banyak angin daripada gas,” paparnya.

“Kalau si korban memakai (tabung gas 3 Kg palsu) paling-paling tiga hari habis gasnya, sisanya Cuma angin biasa,” sambungnya lagi.

Ditemukannya gas elpiji 3 Kg palsu ini ternyata sudah lama meresahkan masyarakat khususnya di luar Kalimantan Selatan. Baru-baru tadi seperti dikutip dari suarapalu.com, PT Pertamina bersama Satgas Pangan Polda Sulteng, menemukan sekitar 2.000 tabung elpiji 3 Kg palsu yang disimpan di sebuah gudang di Kecamatan Matikulore, Kota Palu.

Sales Executive LPG V, Ardian Dominggo mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran PT Pertamina bersama Satgas Pangan Polda Sulteng, tabung palsu tersebut berasal dari pabrik di Kota Surabaya. Dimana, pabrik yang membuatnya tidak bekerja sama dengan PT Pertamina.

“Tabung ini langsung dijual ke masyarakat. Jika mereka menjual ke Pertamina, tentu ada standar yang ditentukan untuk memastikan bahwa tabung ini aman atau tidak,” ungkapnya, Sabtu (11/5/2019).

Ia menambahkan, jika tabung gas palsu itu beredar di masyarakat pihak pertamina tidak bisa menjamin apakah tabung itu sudah dites atau belum melalui syarat yang ditentukan oleh Pertamina.

“Lebih berbahaya lagi jika tabung palsu ini bocor, tentu akan berbahaya untuk masyarakat. Sebab, kami juga menjaga keamanan masyarakat. Pertamina juga yang bakal disalahkan jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi,” tutur Ardian.

Ardian menjelaskan, untuk spesifikasi pembeda tabung asli dan palsu, Pertamina mempunyai standar khusus. Standar tersebut diantaranya berat tabung, memiliki merek SNI dan warna dari tabung elpiji 3 kilogram itu sendiri.

“Berat tabung asli yang kosong lima kilo ditambah isi delapan kilo, kemudian valvenya SNI, dan warna melonnya agak kusam. Kalau yang palsu, warna melonnya itu cerah, dan ketika kita menusuk ujung gas tersebut baunya itu bukan bau gas tapi bau cat,” jelasnya.

Sedangkan untuk tabung resmi Partamina, kata dia, aromanya berbau gas ketika menusuk ujung tabung yang ada. Sebab, tabung yang keluar dari depot atau stasiun pengisian, sebelumnya sudah pernah diisi gas. (dra)

Read Previous

Kapolda Berikan Reward kepada Anggota yang Meninggal di Pemilu 2019

Read Next

Rekapitulasi Pemilu Sudah Selesai, KPU Nyatakan Paslon Jokowi-Ma`ruf Menang

Tinggalkan Balasan