oleh

Hasil Mediasi Buntu, Ponpes Al Anwar Masih Disegel

HULU SUNGAI TENGAH, koranbanjar.net – Sejak pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar, Ustaz H Syarkawi, memulangkan 30 santrinya, ponpes yang terletak di Desa Batu Tunggal, Kecamatan Hantakan, Kabupaen Hulu Sungai Tengah (HST) itu hingga kini masih kosong. Seluruh pintu maupun jendela asrama santri, musala, sampai rumah pengasuhnya pun masih disegel rapat dengan papan berpaku oleh pihak ponpes sendiri.

Salah satu santri Ponpes Al Anwar, Baidillah, yang ditemui koranbanjar.net di Desa Batu Tunggal, Sabtu (10/8/2019), mengatakan pengosongan Ponpes Al Anwar merupakan aksi mogok untuk menentang pembukaan objek wisata Setajau Indah di kawasan Desa Baru RT 8 Kecamatan Batu Benawa. Letak tempat wisata persis berseberangan sungai dengan Ponpes Al Anwar.

“Pantaskah tempat wisata berseberangan dengan pondok pesantren? Apalagi tempat mandi santri pun akan menjadi tujuan wisatawan, karena lebih rindang dari yang di seberang,” ujarnya.

Pintu rumah pengasuh Ponpes Al Anwar disegel dengan papan berpaku, Sabtu (10/8). (foto: muhammad ramli/koranbanjar.net)

Menurutnya, keberadaan objek wisata Setajau Indah di dekat Ponpes Al Anwar yang berdiri sejak 2001 itu, bisa berdampak pada santrinya yang kebanyakan berasal dari mantan pecandu narkoba.

“Saya pribadi, jujur kalau melihat orang banyak pasti jadi ikut-ikutan juga. Seperti itu juga mungkin dari santri-santri lain. Itu yang ditakutkan, santri di sini bisa kembali seperti dulu lagi,” tuturnya.

Baidillah menyebutkan, apabila pembangunan objek wisata Setajau Indah tetap berlanjut maka Ponpes Al Anwar tetap ditutup sesuai keputusan pimpinan ponpes, Syarkawi.

“Ponpes ini akan buka kembali apabila tempat wisata di seberang tidak dilanjutkan pembangunannya. Namun apabila tetap berlanjut, maka pesantren ini akan tetap ditutup,” ujar Baidillah menirukan ucapan Syarkawi.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Batu Tunggal, Baihaki mengatakan, saat mediasi kedua kalinya oleh pihak kecamatan dan kabupaten kemarin, solusi serta titik terang kesepakatan antar pihak pengelola objek wisata dengan Ponpes Al Anwar masih buntu dan belum ditemukan.

“Saat mediasi kemarin, saya ikut hadir dan mendengarkan penuturan Ustaz Sarkawi tentang penolakannya terhadap objek wisata. Sedangkan pengelola wisata diberi waktu beberapa bulan untuk melakukan uji coba pembukaan tempat wisata,” katanya.

Letak objek wisata Setajau Indah di Desa Baru RT 8, Kecamatan Batu Benawa, hanya berseberangan sungai dengan Ponpes Al Anwar di Kecamatan Hantakan. (foto: muhammad ramli/koranbanjar.net)

Namun, diceritakan Baihaki, uji coba pembukaan tempat wisata tidak diatur secara jelas. “Misalkan jika tempat wisatanya ramai pengunjung, apakah tetap jalan atau tidak? Ya intinya tidak ada kejelasan,” ungkapnya kepada koranbanjar.net.

Selaku kepala desa, Baihaki berharap mediasi dapat dilakukan kembali demi memperjelas kesepakatan antar kedua pihak.

Sesuai catatan koranbanjar.net, permasalahan keberadaan objek wisata Setajau Indah yang kemudian diprotes pihak Ponpes Al Anwar, sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

Dari mediasi pertama pada 11 Juli lalu dan mediasi kedua, Senin (5/8/2019) kemarin, pihak Ponpes Al Anwar, dipimpin Syarkawi, tetap keras menentang pembangunan dan pembukaan objek wisata Setajau Indah yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Desa Baru RT 8. (yat/mdr/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan