Hari Santri Nasional, Bupati Banjar: Santri Jangan Terpaku Pada Kitab Kuning

oleh -168 views
Hari Santri Nasional, Bupati Banjar: Santri Jangan Terpaku Pada Kitab Kuning
Bupati Banjar KH. Khalilurrahman saat sambutan di Peringatan Hari Santri Nasional 2019 Kabupaten Banjar, Selasa (22/10/2019) (foto: hendra/koranbanjar.net)

MARTAPURA, koranbanjar.net – Pada Peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Kabupaten Banjar, Bupati KH Khalilurrahman memberi pesan kepada para santri: jangan pesimis menyandang status sebagai santri.

Menurutnya, santri tidak kalah dengan pelajar pada umumnya. Bahkan santri memiliki kelebihan dari segi ilmu agama.

“Para santri yang terlalu pesimis. Bupati yang ada ini mantan santri, juga mantan anggota DPRD dua periode, dan satu periode di DPR RI,” tutur Bupati Banjar saat sambutan membuka Even Budaya Islam dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2019 Kabupaten Banjar, di RTH Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Selasa (22/10/2019).

Seperti diketahui, Bupati  yang kerap disapa Guru Khalil ini merupakan jebolan Ponpes Darussalam Martapura dan memimpin Ponpes tertua di Kalsel tersebut sejak 2008 dan melepas jabatan saat terpilih sebagai Bupati Banjar pada 2015 lalu.

“Jadi kepada masyarakat, jangan menganggap para santri itu orang yang kolot. Saya ini berasal dari santri, kawa (bisa) jadi bupati,” imbuhnya.

Guru Khalil berpesan, santri jangan hanya terpaku mempelajari kitab kuning saja, namun juga pelajari ilmu lain, seperti trias politica, yaitu tentang legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Selain itu, menurut Guru Khalil, santri juga harus kreatif dan inovatif, terlebih sekarang ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0; agar kelak pulang kampung lulus di pesantren dapat membangun daerah masing-masing.

“Santri jangan sampai tertinggal dalam pembangunan negeri ini. Ingat para pendahulu kita para ulama, berjuang dalam kemerdekaan bangsa dan membangun negara,” pesan Bupati kepada para santri.

Untuk itu, tambah Guru Khalil, saat menjadi santri harus fokus menuntut ilmu. “Ini kada, pas jadi santri aur kawin aja yang dipikirakan (Jangan sampai ketika nyantri hanya memikirkan kawin),” kata Bupati.

Menurutnya, keinginan kawin adalah ujian paling berat saat menuntut ilmu, hal ini biasanya yang mengganggu konsentrasi santri.

Usai sambutan, Bupati Banjar secara resmi membuka Even Budaya Islam dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2019 Kabupaten Banjar, yang akan berlangsung hingga Jumat 25 Oktober 2019. (dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan