oleh

Hari Raya Nyepi Di Tengah Virus Corona

Hari raya nyepi, jadi momentum spiritual bagi umat Hindu. Namun, ditengah virus corona yang menyerang, ditambah kebijakan Pemerintah untuk membatasi diri keluar dan berlumpul dengan massa.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Hari raya nyepi tahun baru saka 1942 di Pura Jaganatha Suryanata Banjarbaru, disebut oleh salah satu Pinandita perayaan tahun ini sangat sederhana. Namun, tanpa meninggalkan makna inti dari pada pelaksanaannya.

“Hal ini disebabkan, adanya suatu musibah yang mendunia yaitu virus corona (covid-19). Dharma Agama atau perintah agama tetap dilaksanakan, tapi disesuaikan dengan Dharma Negara yaitu perintah dari pada penguasa atau pemerintah,” ujar Pinandita Pura Jaganatha Suryanata, I Ketut Ardika Suyatna.

Saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2020), dijelaskan bahwa ibadah ‘melasti’ telah dilakukan sejak Minggu (22/3/2020) lalu. Jika tahun lalu umat Hindu yang berasal dari luar daerah Banjarbaru seperti Marabahan, Kotabaru, dan daerah lainnya berkunjung untuk melaksanakan ibadah. Maka tahun ini, tidak ada lagi karena mengikuti kebijakan pemerintah.

Meski ibadah ‘melasti’ hanya dilaksanakan di pura saja, yang seharusnya di laut tetapi tak mengurangi rasa khidmat memohon air suci.

Seperti diketahui, melasti adalah menyucikan diri dengan membasuh diri ke pantai, danau atau sungai.

“Biasanya, juga sampai dilakukan di pantai Madani Tanah Bumbu. Tapi, di sini kami lakukan dengan beberapa kepala keluarga dan pengurus pura saja,” ungkapnya.

Kegiatan nyepi, dibeberkan seperti dilarangnya menyalakan api untuk memasak, tidak bepergian, tidak bekerja, tidak menyalakan televisi, tidak melakukan liburan dan rekreasi.

Disinggung mengenai acara adat seperti ogoh-ogoh, dirinya menerangkan hingga kini pura Jaganatha Suryanata belum mampu melaksanakan. Disamping hanya ada 90 KK, dan belum ada orang yang memiliki seni di bidang tersebut.

“Tujuan berhari raya nyepi, ialah memohon kepada Tuhan untuk menyucikan alam manusia dan alam semesta. Kami bersyukur, satu-satunya agama yang ada pembersihan alam jagad dan alam semesta adalah Hindu,” paparnya.

Hari raya nyepi, untuk membersihkan diri sendiri agar siap menghadapi masa depan. Selain itu, untuk intropeksi diri. (ykw/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: