oleh

Guru Sekumpul dan Guru Zuhdi; di Antara Kemuliaan Shalawat Atas Rasulullah

Abah Guru Sekumpul dan Abah Guru Zuhdi pernah mengatakan beberapa kemuliaan membaca Shalawat kepada Rasulullah dalam satu majelis yang berbeda.

KALIMANTAN SELATAN, koranbanjar.net – Almarhum KH Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari atau sering disebut Abah Guru Sekumpul pernah berkata dalam satu majelisnya di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, bahwa ada beberapa kemuliaan membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.

“Mari kita perbanyak membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW setiap malam. Diatur dalam kitab Durun Nafis, siapa membaca Shalawat ini sepuluh ribu kali setiap malam dengan ikhlas, InsyaAllah selama dua tahun akan dibukakan hijab (tirai pelindung). Kalau sudah dibukakan hijab, berarti menjadi murid Rasulullah SAW, selamat sudah. Shalawatnya أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ,” ujar Guru Sekumpul yang merupakan keturunan ke-8 dari seorang Mufti Kerajaan Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan yang juga pengarang Kitab Fiqih, Sabilal Muhtadin, dalam satu pengajiannya di Sekumpul, Martapura, beberapa waktu silam.

Dalam kurun waktu yang cukup jauh setelah Abah guru Sekumpul wafat, Almarhum Guru Zuhdi yang juga murid dari Guru sekumpul itu, pernah juga mengatakan di antara keutamaan atau kemuliaan Shalawat dalam satu majelisnya, di Masjid Jami Banjarmasin.

“Syekh Abdullah Syahrani Waliyullah pernah bermimpi bertemu Rasulullah, lalu beliau (Abdullah Syahrani) ‘Ya Rasulullah, orang yang membaca Shalawat sampai seribu kali, haram batang tubuhnya dimakan api neraka, apakah harus khusu membaca?’ ‘itu orang nang pandir haja (tidak khusu) dapat seitu (begitu) ganjarannya,’ ucap Almarhum Guru Zuhdi.

itulah beberapa keutamaan atau kemuliaan Shalawat atas Rasulullah SAW yang disampaikan dua Ulama tanah Banjar yang sangat terkenal kemasyhurannya. (San/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: