oleh

Guru Kapuh: Ada Teladan Guru Sekumpul Menghadapi Situasi Medis

SIMPUR, koranbanjar.net – Menghindari wabah korona, Guru Kapuh bercerita teladan dari Guru Sekumpul atau KH M Zaini Ghani, untuk menyerahkan sesuatu kepada yang ahli di bidangnya.

Saat ini, masyarakat Indonesia termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), diimbau mengurangi aktifitas di luar rumah, terlebih lagi berkumpul di kerumunan orang banyak.

Hal itu dianjurkan, memutus mata rantai penyebaran virus korona, yang menurut ahli medis akan terputus dalam 14 hari.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS, M Ridwan Baseri atau Guru Kapuh menyarankan masyarakat mengikuti anjuran itu.

Guru Kapuh mengaitkan cara mengambil tindakan saat ini, dengan cara yang dilakukan Guru Sekumpul.

Guru Kapuh mengisahkan, zaman dahulu pernah menghadapi langsung, saat ada tamu yang meminta pendapat Guru Sekumpul, terkait sakit yang menimpa istri tamu tersebut.

Sang tamu mengatakan, dokter menyarankan untuk dilakukan opname.

Dituturkannya, sang tamu itu tidak mau langsung membawa istrinya opname, sebelum mendapat pendapat Guru Sekumpul.

Dalam pembicaraan kala itu ujarnya, jika Guru Sekumpul menyarankan tidak usah di opname, kemungkinan besar sang tamu akan menuruti pendapat.

“Yang paling saya ingat, kata Guru turuti anjuran dokter karena dia ahlinya. Itu yang paling berkesan bagi saya,” tuturnya, saat silaturahmi Relawan HSS Bersatu, Senin (23/3/2020) lalu.

Kesimpulannya terang Guru Kapuh, itulah yang dilakukan ulama dalam menghadapi situasi medis, yakni menyerahkan kepada ahlinya.

“Waktu itu, saya mahadapi sendiri pembicaraan dengan tamu di rumah Guru Sekumpul,” kenangnya.

Rasulullah SAW terang dia, membimbing supaya segala sesuatu diserahkan kepada ahlinya.

“Jadi, masalah kesehatan, ulama sebaiknya mendengarkan praktisi kesehatan. Barulah dari situ kita keluarkan fatwa,” ujarnya.

Guru Kapuh juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW, terkait menghindari ‘tha un’ atau wabah penyakit menular.

Hadis Nabi terkait ‘tha un’ tersebut berbunyi: “Maka, apabila kamu mendengar penyakit berjangkit di suatu negeri, janganlah memasuki negeri itu. Apabila wabah berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula keluar dari negeri itu”.

“Istilah isolasi ini sudah ada zaman Rasulullah, cuma bahasanya saja berbeda yang sekarang dinamakan lock down,” ucapnya.

Guru Kapuh mendoakan, wabah virus korona segera berakhir, serta tidak sampai menginfeksi warga HSS. (yat/dya)

Komentar

Jangan Lewatkan